Tampilkan postingan dengan label Engine. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Engine. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Agustus 2017

Sistem Dan Cara Kerja Excavator Hidrolik

Excavator adalah alat berat yang dipergunakan untuk menggali dan mengangkut suatu material seperti tanah, batubara, pasir dan lain-lain.
Fungsi dari Hydraulic Excavator secara umum adalah mengerjakan kegiatan pertambangan, Pembukaan lahan hutan untuk lahan pertanian, Pembuatan jalan perintis, Pembuatan parit dan saluran irigasi, mengerjakan kegiatan kehutanan, dan lain-lain.

Excavators terdiri dari dua tipe yaitu excavator dengan roda dari ban biasa digunakan untuk jalanan padat dan rata disebut Wheel Excavator  dan ada yang mempunyai roda dari rantai besi / track yang dioperasikan di jalanan yang tidak padat atau mendaki . Excavators jenis ini disebut juga Crawler Excavators. 

Tenaga penggerak utama Hydraulic Excavator adalah mesin diesel yang merubah energi mekanik menjadi energi hidraulik melalui tekanan pompa yang kemudian didistribusikan ke silinder hidraulik untuk menghasilkan gerakan tertentu. Sedangkan motor listrik berfungsi  untuk menstarter dan menyuplai energi komponen-komponen elektrik seperti dinamo, lampu, alat-alat ukur dan sebagainya.

Secara umum konstruksi Hydraulic Excavator terdiri dari 2 bagian yaitu attachment dan Base Machine. Attachment terdiri dari:
Boom adalah attachment yang menghubungkan base frame ke arm dengan panjang tertentu untuk menjangkau jarak loading/unloading.
Arm adalah attachment yang menghubungkan boom ke Bucket.
Bucket adalah attachment yang berhubungan langsung dengan material pada saat loading.

Base Machine terdiri dari:
Base Frame adalah bagian yang terdiri dari cabin, mesin, counter weight dan komponen
lainnya diatas revo frame.
Track Frame adalah komponen yang terdiri dari center frame dan crawler frame yang menjadi tumpuan operasional Hydraulic Excavator.
Track Shoe adalah komponen yang berfungsi seperti roda pada kendaraan, untuk menggerakan Hydraulic Excavator.
Konstruksi Hydraulic Excavator beserta bagian-bagiannya dapat dilihat pada gambar dibawah ini :
Gbr. Hidrolik Excavator Tipe Track

Mekanisme kerja pada Hydraulic Excavator yang digerakkan secara hydraulic adalah:
Mesin Diesel memutar pompa yang kemudian mengalirkan fluida hydraulic dari tangki ke dalam sistem dan kembali lagi ke tangki. Komponen-komponen yang mendapat distribusi fluida hydraulic dan pompa adalah Bucket Cylinder, Arm Cylinder, Boom Cylinder, Swing Motor dan Travel Motor untuk menghasilkan suatu kondisi kerja tertentu.
  
Jenis gerakan Hydraulic Excavator terdiri atas 6 gerakan, cara kerjanya adalah sbb:
Swing
Swing Hydraulic Excavator berputar sampai360o. Sistem gerakan ini adalah dengan menggerakan lever yang membuka katup pada Control Valves yang berisi fluida hydraulic sehingga mengalir ke Swing Motor sehingga Hydraulic Excavator akan berputar dengan putaran tertentu.

Traveling Left Shoe
Pergerakan ini dibagi menjadi dua gerakan yaitu gerakan maju dan gerakan mundur yang digerakan oleh katup yang ada di Control Valves. Energi hydraulic dari pompa akan diubah lagi
menjadi energi mekanis melalui Travel Motor. Travel Motor memutar Sprocket selanjutnya menggerakkan Track Shoe sehingga menghasilkan gerakan pada Hydraulic Excavator.

Traveling Right Shoe
Pergerakan ini dibagi menjadi dua gerakan yaitu gerakan maju dan gerakan mundur yang digerakkan oleh katup yang ada di Control Valves. Energi hydraulic dari pompa akan diubah lagi
menjadi energi mekanis melalui Travel Motor. Travel Motor memutar Sprocket selanjutnya menggerakan Track Shoe sehingga menghasilkan gerakan pada Hydraulic Excavator.

 Boom (Raise-Down)
Pergerakan Boom dilakukan oleh Boom Cylinder. Sistem gerakan ini dilakukan dengan  menggerakkan lever di ruang operator sehingga katup Boom Raise dan katup Boom Dowm
pada Control Valve yang berhubungan dengan Boom Cylinder sehingga membuka. Boom akan melakukan gerakan mengangkat jika katup Boom Raise terbuka sedangkan katup Boom Down
tertutup. Fluida akan mengalir dari katup Boom Raise dan menekan piston dari Cylinder Boom sehingga boom melakukan pergerakan raise-down.

Arm (In-Out)
Pergerakan Arm dilakukan oleh Arm Cylinder. Sistem gerakan ini diatur oleh katup Arm In dan katup Arm Out. Arm akan melakukan gerakan rnengangkat jika katup Arm out terbuka sedangkan katup Arm In tertutup. Fluida akan mengalir dari katup Arm Out dan menekan piston Arm Cylinder. Sedangkan untuk gerakan Arm turun, kondisi katup arm in dan arm out berlaku sebaliknya.

Bucket (Crawl-Dump)
Pergerakan Bucket dilakukan oleh Bucket Cylinder. Sistem gerakan ini diatur oleh pergerakan katup Bucket Crawl dan katup Bucket Dump. Bucket akan melakukan gerakan mengangkat (dump) jika katup Bucket dump terbuka sedangkan katup Bucket Crawl tertutup. Pada saat itu, fluida akan mengalir dari katup Bucket dump dan menekan piston Bucket Cylinder. Sedangkan gerakan Bucket menekuk (crawl) kondisi katup bucket crawl dan katup bucket dump adalah sebaliknya.

RANGKAIN HIDROLIK TRAVEL MOTOR

Demikian pembahasan excavator hidrolik, semoga bermanfaat.



Senin, 24 Juli 2017

Sistem, Fungsi dan Konstruksi Bulldozer

Bulldozer adalah tractor rantai yang dapat dipergunakan untuk pekerjaan menggali, menggusur, mendorong tanah atau material dan menarik yang dapat dioperasikan di medan berbatu, berbukit, maupun tanah Lumpur di berbagai sector pekerjaan seperti pertambangan, konstruksi, perkebunan, logging, dan lain-lain. Nama komponen Bulldozer yaitu :
1. Blade
2. Lift Silinder
3. Carrier Roller
4. Ripper
5. Sprocket
6. Main Frame
7. Straight frame
8. Track shoe
9. Cutting edge
10.End bit

Dalam pengoperasian, bulldozer dilengkapi dengan blade yang dapat distel sedemikian rupa sesuai kebutuhan yang diinginkan, untuk itu dikenal berbagai macam blade yang dipakai pada bulldozer atau angel dozer yaitu:

         Universal Blade (U-Blade)
Blade jenis ini dilengkapi dengan sayap (wing) yang terdapat disisi blade untuk efektifitas produksi. Hal ini memungkinkan bulldozer membawa/mendorong muatan lebih banyak karena kehilangan muatan yang relative kecil dalam jarak yang cukup jauh. Umumnya bulldozer jenis ini sering digunakan untuk pekerjaan reklamasi tanah (land reclamation), stock pile work, dan sebagainya.

         Straight Blade (S-Blade)
Straight blade cocok digunakan untuk semua jenis lapangan, blade ini juga merupakan modifikasi dari U-Blade, maneuver lebih mudah dan balade ini juga dapat menghandel material dengan mudah.

         Angling Blade (A-Blade)
Angling blade dibuat untuk posisi lurus dan menyudut. Blade ini juga dapat dibuat untuk:
 Pembuangan ke samping (side casting), Pembukaan jalan (pioneering roads), Menggali saluran (cutting ditches), dan    Pekerjaan lain yang sesuai.
  
          Chusion Blade (C-Blade)

Chusion blade dilengkapi dengan bantalan karet (Rubber cushion) yang berfungsi untuk meredam tumbukan. Selain digunakan untuk push-loading, juga digunakan untuk pemeliharaan jalan dan pekerjaan dozing lainnya mengingat lebar C-Blade ini memungkinkan untuk meningkatkan kemampuan manuver.

Adapun komponen-komponen bulldozer dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

MODEL BULDOZER
Ada 4 jenis model bulldozer yaitu :
1. Bulldozer
2. Swamp Bulldozer
3. Dozer Shovel
4. Pipelayer

JENIS POWER TRAIN
Power train Bulldozer jika dilihat dari sIstem pemindahan tenaganya terdiri 3 model yaitu :
1. Dirrect drive
2. Torque converter
3. Damper & hidroshift

Bulldozer dengan Direct Drive system
1. Engine
2. Clutch
3. U-Joint
4. Transmisi mekanis
5. Steering Clutch
6. Steering Brake
7. Sprocket
8. Track
12. T/M Control valve

Demikian sedikit pembahasan tentang konstruksi dan system bulldozer, semoga bermanfaat.


Senin, 01 Mei 2017

Intake dan Exhaust System Pada Engine Diesel

Intake and exhaust system merupakan salah satu sistem pada engine diesel yang bertujuan untuk

menyalurkan udara ke ruang bakar. Pada sistem ini ada beberapa komponen utama, diantaranya  pre cleaner, air cleaner, intake dan exhaust manifold, dust indicator, turbocharge dan muffler. Pemasangan pada engine diesel dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Pre Cleaner dan Air Cleaner
Pre cleaner merupakan saringan udara  yang pertama pada engine diesel  sebelum udara mengalir ke dalam cleaner dan selanjutnya menuju ruang bakar. Air cleaner berfungsi sebagai alat pembersih udara, sehingga debu, pasir dan kotoran yang dipisahkan terlebih dahulu sebelum masuk ke ruang bakar. Partikel yang disaring pada air cleaner ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan air cleaner. Kotoran, debu dan pasir yang ada di atmosfir merupakan partikel keras yang dapat menyebabkan kerusakan pada silinder dan piston engine apabila debu keras tersebut terhisap bersama-sama dengan udara ke dalam ruang bakar.

Dust Indicator
Dust indikator berfungsi untuk mengetahui kondisi air cleaner, apakah tersumbat atau tidak. Dust
Indicator ini dipasangkan pada tempat yang mudah terlihat dari luar dan jika menunjuk tanda merah berarti air cleaner tersumbat.

Turbocharge
Turbucharge pada diesel engine digunakan untuk memenuhi kebutuhan engine akan udara yang
masuk ke ruang bakar, turbocharge ini akan mengirimkan udara yang lebih banyak untuk mendekati pembakaran yang ideal.
Turbocharger mempunyai dua impeller yaitu turbin dan blower. Turbin impeller diputar oleh gas
buang dengan kecepatan yang sangat tinggi. Pada ujung poros turbin ini dipasangkan blower impeller sehingga putaran blower impeller sama dengan putaran turbin impeller. Putaran blower akan menghisap udara dari luar dengan kecepatan putar berkisar antara 50.000-150.000 rpm. Untuk menahan putaran tinggi tersebut poros turbin di support oleh journal bearing dan thrust bearing. Pada rumah turbin dilengkapi dengan saluran oli untuk pelumasan. Bearing Seal ring dipasang untuk menghindari kebocoran oli ke sisi hisap maupun sisi turbin.

Muffler
Muffler merupakan saluran untuk melepas gas buang hasil pembakaran, muffler juga berfungsi sebagai peredam suara, menghilangkan percikan api dan menurunkan temperatur gas buang. Muffler mempunyai beberapa tipe diantaranya adalah horizontal type, vertical type dan catalytic muffler.

Demikian pembahasan tentang Intake dan Exhaust system pada engine diesel, semoga bermanfaat.




Sabtu, 15 April 2017

Excavator dan Nama-Nama Komponennya

Hydraulic Excavator adalah alat yang serba guna yang dapat digunakan untuk berbagai jenis pekerjaan seperti : menggali tanah, membuat parit, mengeruk sungai, merobohkan bangunun, memuat material ke dump truck atau kayu ke trailer, dan lain-lain. Dengan kombinasi penggantian attachment maka dapat digunakan untuk memecah batu, mencabut tanggul, membongkar aspal dan lain-lain. Kontruksi excavator bagian atasnya (upper structure) mampu berputar (swing) 360 derajat, sehingga alat ini sangat lincah untuk penggalian dan pemindahan tanah pada area yang sempit.

Adapun nama-nama komponen pada excavator adalah sebagai berikut :
1. Bucket                                 7. Boom cylinder
2. Bucket link                          8. Sprocket
3. Bucket cylinder                   9. Track Frame
4. Arm                                     10. Track shoe
5. Arm cylinder                       11. Idler
6. Boom                                  12. Operator protection guard (Ruang operator)

Demikian tentang excavator dan nama-nama komponennya, semoga bermanfaat.

Rabu, 12 April 2017

Fuel System Pada Engine Diesel

Diesel Engine dapat beroperasi karena adanya pembakaran dalam ruang bakar sehingga menghasilkan gerak putar. Pembakaran dilakukan dengan cara menyalurkan bahan bakar ke ruang bakar ke ruang bakar. Proses penyaluran bahan bakar pada engine disebut fuel system.

Sistem bahan bakar (fuel system) pada motor diesel memiliki peranan yang sangat penting dalam menghasilkan energi pembakaran sebagai suatu sistim yang berfungsi menyediakan dan mensuplai bahan bakar bertekanan tinggi ke dalam silinder.

Dalam kerjanya sistim bahan bakar motor diesel memiliki syarat-syarat khusus diantaranya: harus memiliki tekanan tinggi sesuai agar dapat berpenetrsi ke dalam silinder, dan tepat waktu.
Pada motor diesel aliran bahan bakarnya dimulai dari tangki bahan bakar, feed pump, fuel filter, pompa injeksi, pipa tekanan tinggi dan nozzle.

Sistem injeksi bahan bakar mesin diesel dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:
a) Sistem injeksi bahan bakar dengan pompa injeksi sebaris (In-line)
b) Sistem injeksi bahan bakar dengan pompa injeksi distributor (Rotary)

a. Sistem injeksi bahan bakar dengan pompa injeksi sebaris (in-line fuel injection pump)

Sistem injeksi bahan bakar yang menggunakan pompa injeksi sebaris dapat dilihat pada gambar.


Pada sistem injeksi bahan bakar dengan pompa injeksi sebaris seperti di atas, terdiri dari empat elemen pompa yang melayani empat buah silinder. Dengan demikian tiap silinder mesin diesel akan dilayani oleh satu elemen pompa.

b.  Sistem injeksi bahan bakar dengan pompa injeksi distributor
Pada sistem injeksi bahan bakar dengan pompa injeksi distributor, pompa injeksinya hanya memiliki satu buah elemen pompa. Dengan demikian satu elemen pompa akan melayani empat buah silinder mesin diesel melalui saluran distribusi pada pompa. 

Pompa injeksi sebaris pada umumnya digunakan untuk mesin diesel bertenaga besar dengan ruang bakar langsung dan penyemrotan langsung (direct injection), sedangkan pompa injeksi distributor banyak digunakan untuk mesin diesel bertenaga menengah dan kecil dengan ruang bakar tambahan.

Berdasarkan gambar di atas maka secara umum komponen-komponen injeksi bahan bakar mesin diesel adalah : Tangki bahan bakar (fuel tank), Saringan bahan bakar (fuel filter), Pompa pemindah bahan bakar (fuel transfer pump), Pompa injeksi bahan bakar (fuel injection pump),  Pipa-pipa injeksi bahan bakar (fuel injection lines), Injektor (fuel injector), Pipa-pipa pengembali bahan bakar (fuel return lines) Di samping komponen-komponen utama tersebut terdapat komponen sistem injeksi tambahan yang lain yaitu: Pengatur kecepatan (governor), Governor berfungsi untuk mengatur putaran engine sesuai dengan bahan bakar dan putaran engine dan Advancer / automatic timer Pengatur untuk memajukan saat injeksi secara otomatis.

 a. Tangki bahan bakar (fuel tank)
Tangki bahan bakar berfungsi menyimpan atau menampung bahan bakar. Tangki bahan bakar dibuat dengan berbagai ukuran dan tiap ukuran serta bentuk tangki tersebut dirancang untuk maksud persyaratan tertentu.

b. Saringan bahan bakar (fuel filter)
Penyaringan bahan bakar mesin diesel sangat penting karena bahan bakar diesel cenderung tidak bersih baik dari kotoran, partikel atau dari air, sedangkan elemen pompa injeksi dan injector dibuat presisi. Untuk memisahkan air dari bahan bakar digunakan juga water sedimenter yang bekerja atas sifat gravitasi air sendiri yang lebih besar daripada bahan bakarnya.
Bila air sampai masuk ke dalam elemen pompa maka dapat menyebabkan kerusakan pada elemen pompa karena korosi dan pengabutan menjadi terganggu. Untuk mengetahui bahwa air yang berada dalam sedimenter telah banyak maka diketahui dari sistem lampu peringatan yang sirkit kelistrikannya

Bila volume air dalam sedimenter telah cukup banyak (200 cc) maka pelampung akan menghubungkan water switch (lead switch) dengan masa. Akibatnya arus listrik akan mengalir dari baterai ke lampu filter terus ke masa, akibantnya lampu filter akan menyala untuk memberi
peringatan kepada pengendara bahwa air yang berada pada sedimenter perlu segera dikeluarkan.

c. Pompa pemindah bahan bakar (fuel transfer pump) / Feed Pump
Pompa pemindah bahan bakar ini berfungsi untuk mengisap bahan bakar dari tangki dan menekan bakar melalui saringan bahan bakar ke ruang pompa injeksi dengan tekanan rendah berkisar 1.2 - 2.6 kg/cm2. Bersama dengan pompa priming mensupply bahan bakar ke sistem pada saat engine hunting (engine hunting = sistem bahan bakar kemasukan udara.

d. Pompa Injeksi (Injection Pump)
Fuel Injection Pump (pompa injeksi bahan bakar) berfungsi mensupply bahan bakar ke nozzle dengan tekanan tinggi (max 300 kg/cm2), menentukan timing penyemprotan dan jumlah bahan bakar yang disemprotkan. Injection pump ada 2 type yaitu tipe sebaris (inline) dan tipe distribrutor (rotary).
1. Injection Pump type in-line
Pompa injeksi sebaris banyak digunakan untuk mesin diesel yang bertenaga besar, karena pompa injeksi ini mempunyai kelebihan bahwa tiap elemen pompa melayani satu silinder mesin.
Gambar  menunjukkan elemen pompa yang terdiri dari plunyer (plunger) dan silinder (barrel) yang keduanya sangat presisi, sehingga celah antara plunyer dan silindernya sekitar 1/1000 mm. Ketelitian ini cukup baik untuk menahan tekanan tinggi saat injeksi, walaupun pada putaran rendah. Sebuah alur diagonal yang disebut alur pengontrol (control groove), adalah bagian dari plunyer yang dipotong pada bagian atas. Alur ini berhubungan dengan bagian atas plunyer oleh sebuah lubang. Bahan bakar yang dikirimkan oleh pompa pemindah masuk ke pompa injeksi dengan tekanan rendah. Plunyer bergerak turun naik dengan putaran poros nok pompa injeksi.

Elemen pompa yang terdiri dari plunyer (plunger) dan silinder (barrel) yang keduanya sangat presisi, sehingga celah antara plunyer dan silindernya sekitar 1/1000 mm. Ketelitian ini cukup baik untuk menahan tekanan tinggi saat injeksi, walaupun pada putaran rendah. Sebuah alur diagonal yang disebut alur pengontrol (control groove), adalah bagian dari plunyer yang dipotong pada bagian atas. Alur ini berhubungan dengan bagian atas plunyer oleh sebuah lubang. Bahan bakar yang dikirimkan oleh pompa pemindah masuk ke pompa injeksi dengan tekanan rendah. Plunyer bergerak turun naik dengan putaran poros nok pompa injeksi.

2. Pompa Injeksi Tipe Distributor (rotary)
Bahan bakar ditekan oleh vane type feed pump yang mempunyai 4 vane. Pump plunger bergerak lurus bolak-balik sambil berputar karena bergeraknya drive shaft, cam plate, plunger spring, dan lain-lain. Gerakan plunger menyebabkan naiknya tekanan bahan bakar dan menekan bahan
bakar melalui delivery valve ke injection nozzle. Governor berfungsi mengatur banyaknya bahan bakar yang diinjeksikan nozzle dengan menggerakkan spill ring sehingga merubah saat akhir
langkah efektif plunger. Pressure timer berfungsi memajukan saat penginjeksian bahan bakar dengan cara merubah posisi tappet roller. Fuel cut-off solenoid untuk menutup saluran bahan bakar dalam pompa.

e. Nozzle dan Nozzle Holder
Injection nozzle terdiri nozzle body dan needle dan berfungsi untuk mengabutkan bahan bakar. Antara nozzle body dan needle dikerjakan dengan presisi dengan toleransi 1/1000 mm karena itu kedua komponen itu apabila perlu diganti harus diganti secara bersama. Baik tidaknya pengabutan ditentukan dengan kekuatan spring nozzle.Nozzle dibagi menjadi dua macam yaitu pintle type nozzle dan hole type nozzle.
Penggunaan nozzle bergantung pada bentuk dari ruang bakarnya. Pada umumnya hole type nozzle dipakai pada engine dengan pembakaran langsung (direct injection engine), dengan tujuan agar bisa didapatkan jarak pancar yang jauh. Sedangkan untuk engine dengan pembakaran tidak langsung (indirect combustion engine) menggunakan pintle type nozzle (nozzle berlubang satu atau nozzle tipe pasak jarum). Pada tipe ini tidak diperlukan jarak pancar yang jauh dan tekanan pancar yang tinggi, karena pembakaran dapat terjadi dua kali.

Demikian tentang fuel system pada engine diesel semoga bermanfaat.





Siklus dan Prinsip Kerja Engine Diesel 4 Langkah

Engine adalah suatu alat yang memiliki kemampuan untuk merubah energi panas yang dimiliki oleh bahan bakar menjadi energi gerak. Berdasarkan fungsinya engine pada biasa digunakan sebagai sumber tenaga atau penggerak utama (prime power) pada machine, genset, kapal (marine vessel) ataupun berbagai macam peralatan industri. Engine pada kesempatan ini lebih mengkhususkan pada internal combustion engine jenis diesel, karena lebih banyak digunakan pada alat berat dibanding jenis motor bensin.


Siklus Engine Diesel Empat Langkah
Adapun proses kerja siklus motor bakar empat langkah dapat diuraikan sebagai berikut:
Langkah Hisap (suction/intake stroke).
Pada langkah ini piston bergerak dari titik mati atas menuju titik mati bawah. Katup hisap terbuka sehingga akibat kevakuman yang terjadi dari ekspansi volume pada ruang bakar maka udara dari luar dapat masuk ke dalam ruang bakar melalui katup hisap yang terbuka. Pada motor bakar yang dilengkapi dengan turbocharger maka udara yang masuk ke ruang bakar akan lebih banyak lagi dikarenakan adanya dorongan dari sisi tekan compressor wheel pada turbocharger.

Langkah Kompresi (compression stroke).
Setelah piston mencapai titik mati bawah maka arah piston akan berbalik menuju kembali ke titik mati atas, hanya saja pada langkah ini tidak ada katup yang membuka. Sebagai akibat dari mengecilnya volume ruang bakar maka udara yang ada di dalam ruang bakar menjadi terkompresi. Dengan kompresi rasio yang berkisar antara 19 : 1 sampai 23 : 1 maka pengkompresian udara pada ruang bakar akan menghasilkan panas kompresi (heat compression) yang tinggi (kurang lebih berkisar 1000 oF). Beberapa derajat sebelum piston mencapai titik mati atas bahan bakar solar di-injeksikan melalui nozle ke dalam ruang bakar, penginjeksiannya harus menggunakan tekanan yang tinggi sehingga solar yang di semprotkan ke dalam ruang bakar berubah menjadi butiran-butiran cairan solar yang sangat halus seperti kabut. Pada saat solar disemprotkan maka campuran antara solar dan udara di dalam ruang bakar mulai terbakar akibat terkena panas yang dihasilkan oleh heat compression.

 Langkah Tenaga (power stroke)
Proses pembakaran campuran solar dan udara terus berlangsung sampai piston mencapai titik mati atas dan selanjutnya kembali berubah arah kembali menuju titik mati bawah. Beberapa derajat (± 10o) setelah melewati titik mati atas maka pembakaran yang terjadi telah sempurna sehingga dihasilkan ledakan yang tekanan ekspansinya memaksa piston untuk terus bergerak menuju titik mati bawah.

Langkah Pembuangan (exhaust stroke)
Setelah energi ledakan panas pada langkah power telah berubah bentuk menjadi energi mekanis maka sisa proses pembakaran yang ada harus dibuang. Proses ini terjadi ketika piston bergerak dari titik mati bawah menuju titik mati atas dengan kondisi katup buang membuka. Gas sisa hasil pembakaran di dorong keluar oleh piston melalui katup buang. Selanjutnya melalui mufler gas tersebut akan dilepas ke atmosfir. Kecuali untuk motor bakar diesel yang diperlengkapi dengan turbocharger maka sebelum masuk ke dalam mufler gas tersebut masih dimanfaatkan untuk memutarkan sudu sudu turbin pada turbin wheel.


Demikian siklus ini terjadi secara terus menerus pada motor bakar diesel.

Adapun Prinsip Kerja Motor Diesel 4 Langkah (4 tak) adalah sebagai berikut :
Langkah Hisap
a. Piston bergerak dari TMA ke TMB
b. Katup hisap terbuka
c. Katup buang tertutup
d. Terjadi kevakuman dalam silinder, yang menyebabkan udara murni
     masuk ke dalam silinder

Langkah Kompresi
a. Piston bergerak dari TMB ke TMA
b. Katup hisap tertutup
c. Katup buang tertutup, Udara dikompresikan sampai tekanan dan suhunya menjadi 30 kg/cm2
dan 500°C


Langkah Usaha
a. Katup hisap tertutup
b. Katup buang tertutup
c. Injektor menyemprotkan bahan bakar sehingga terjadi pembakaran yang menyebabkan piston bergerak dari TMA ke TMB

Langkah buang
a. Piston bergerak dari TMB ke TMA
b. Katup hisap tertutup
c. Katup buang terbuka
d. Piston mendorong gas sisa pembakaran keluar

Demikian tentang siklus dan prinsip kerja eengine diesel, semoga bermanfaat.