Rabu, 30 Agustus 2017

Jenis Selinder Hidrolik

Pengertian Silinder Hidrolik
Silinder Hidrolik adalah merupakan unit penggerak atau actuator pada system hidrolik alat berat yang berfungsi untuk mengubah tenaga fluida menjadi tenaga mekanik atau gerak.

Jenis Silinder Hidrolik
Berdasarkan sistem kerjanya silinder hidrolik terdiri atas Single acting Cylinder (silinder kerja tunggal) dan Double acting Cylinder (silinder kerja ganda).

Silinder Kerja Tunggal
Silinder ini disebut kerja tunggal (Ram) karena pada penggunaan cairan hidrolik hanya pada satu sisi piston saja.

Konstruksi

Konstruksi Silinder kerja tunggal terlihat pada gambar di bawah.
Prinsip kerja.
Jika rangkaian atau system hidrolik mulai bekerja maka cairan hidrolik masuk dan menekan dari sisi kiri sehingga torak bergerak ke kanan. Selanjutnya pergeseran piston telah mencapai posisi yang dikehendaki dan  cairan hidrolik tidak ada tekanan lagi, Maka plunyer kembali oleh adanya bobot dari benda yang di angkat atau  digeser. Untuk pengembalian torak ke posisi semula ada juga yang dilengkapi dengan pegas pembalik. Pemakaian silinder kerja tunggal ini digunakan pada dongkrak atau alat pembengkok pipa, crane truck dan crane boom .

Simbol silinder kerja tunggal tampak pada gambar dibawah.

Silinder Kerja Ganda
Ini merupakan aktuator system hidrolik yang paling banyak dipergunakan dalam peralatan bergerak sekarang ini. Silinder ini digunakan dalam pengimplementasian, pengemudian dan sistem lain dimana dibutuhkan silinder untuk melakukan kerja dalam dua arah.
Konstruksi
Konstruksi Silider kerja ganda seperti terlihat pada gambar

Prinsip kerja.
Jika sistem mulai bekerja maka suatu waktu cairan hidrolik masuk dan menekan dari sisi kiri sehingga torak bergerak ke kanan, bersamaan dengan itu pada sisi kanan torak cairan hidrolik tertekan dan keluar dari dalam silider selanjutnya masuk ke reservoir (Langkah 1). Sebaliknya jika menghendaki torak bergerak ke posisi semula (kiri) maka cairan hidrolik harus masuk dari sisi kanan torak, maka cairan hidrolik yang ada di sisi kiri torak akan bergerak keluar dari torak (Langkah 2). Silinder kerja ganda dapat digunakan jika menghendaki gerakan bolak-balik seperti pada mesin perkakas.

Demikian pembahasan tentang selinder hidrolik, semoga bermanfaat.


Senin, 28 Agustus 2017

Prosedur mematikan engine Alat Berat

Mematikan engine atau mesin unit alat berat, memiliki prosedur tersendiri sesuai dengan jenis dari alat berat itu sendiri dan harus sesuai dengan SOP atau Standard Operation Procedur. Tujuan dari prosedur atau teknik untuk mematikan engine ini adalah untuk menjaga keawetan engine sehingga dapat digunakan untuk waktu yang lebih lama dengan kualitas kerja yang efektif.

Jika mematikan engine secara tiba-tiba sebelum engine dingin, umur mesin tidak awet karena pada saat mesin dimatikan secara tiba-tiba maka panas yang dihasilkan tidak dapat dibuang keluar sedangkan ketika mesin mati system pendingin akan berhenti bekerja, jadi diperlukan tenggang waktu antara penghentian pemakaian dengan mematikan mesin sehingga panas yang dihasilkan oleh mesin dapat diturunkan sebelum engine dimatikan.

Pada kesempatan ini akan dibahas cara memmatikan engine pada excavator komatsu PC 200-7, sebagai berikut :


Pertma, letakkan lever control fuel pada posisi idling rendah selama kira-kira 5 menit agar engine menjadi dingin secara perlahan-lahan.

Kemudian Putar kunci kontak pada starting switch ke posisi OFF.

Terakhir cabut kunci dari starting switch.

Setelah mematikan engine, Lakukan Pemeriksaan pemeriksaan dan perawatan pada unit. Perawatan ini bertujuan untuk mengetahui keadaan engine sehingga dapat diparkir dengan aman sehingga keselamatan kerja terjamin.

Lakukan pemeriksaan keliling pada unit yang meliputi  engine, system hidrolik, under carriage, level oli, level air pendingin dan sistem lainnya. Jika menemukan kelainan atau ketidaknormalan pada engine dan komponen lainnya segera lakukan perbaikan agar pada penggunaan selanjutnya alat berat tersebut siap digunakan.

Demikian prosedur mematikan engine alat berat, semoga bermanfaat.

Jumat, 25 Agustus 2017

Hidraulic Hose Pada Alat Berat

Hydraulic Hose Pada Alat Berat

Hydraulic Hose atau slang hidrolik adalah salah satu komponen system hidrolik pada unit alat berat yang berfungsi sebagai penghantar oli hidrolik sesuai dengan tekanan yang diperlukan keseluruh bagian Unit untuk menggerakkan actuator. Lamanya pemakaian hidrolik Hose dipengaruhi oleh cuaca, sinar matahari, bahan-bahan kimia, kondisi pengoperasian atau kesalahan selama pengoperasian atau dalam hal penyimpanan.

Hose terdiri dari lapisan-lapisan empat komponen utama, yaitu inner tube, wire cushion, reinforcement layer dan cover. Lapisan dalam disebut inner tube atau layer berfungsi untuk membawa dan tempat mengalirnya fluida.

 Lapisan kedua adalah lapisan penguat (reinforcement layer) yang berfungsi untuk memberikan kekuatan pada hose. Lapisan penguat dapat terbuat dari kapas, material sintetis atau kawat. Kapas dan bahan sintetis biasanya dianyam, sedangkan kawat dapat dianyam atau dibelit secara spiral. Beberapa hose mempunyai banyak lapisan yang diperkuat dengan menggunakan bahan-bahan yang berbeda yang terdiri dari kapas dan kawat.

Lapisan ketiga adalah cushion, cushion berfungsi sebagai lapisan yang mengurangi gesekan. Lapisan cushion mengurangi kemungkinan kawat menjadi kaku yang dapat menyebabkan kerusakan-kerusakan lubang pin pada inner tube.

Lapisan akhir adalah penutup atau cover. Penutup atau cover ini berfungsi melindungi hose dari kerusakan dari luar dan lingkungan atau cuaca,  Penutup terbuat dari kawat baja, plastik atau kain.

 Tips Pemasangan Hidraulic Hose
Ada beberapa tips cara pemasangan hidraulic hose yaitu :
1. Pemasangan hose jangan terlalu tegang karena hose di pengaruhi oleh suhu, tekanan, aliran dan kontraksi dari luar, yang bisa mengakibatkan hose rusak/bocor.
2. Radius bengkokan slang hidrolik jangan terlalu kecil karena mengakibatkan aliran turbulen karena membentuk sudut yang kecil.

3. Dalam pemasangannya, slang hidrolik tidak boleh terlalu tegang harus di beri celah, agar hose ada tempat untuk mengembang pada waktu suhu tinggi, dan ada ruang untuk hose menyusut pada suhu rendah.

4. Ikat atau pasang clem pada slang hidrolik yang sudah terpasang agar slang tidak  tersentak dan bergerak bila mendapat beban yang tinggi.

Persyaratan penggantian hose hidraulic
Ketika mengganti sebuah hose, hose yang baru harus memenuhi beberapa kondisi. Kondisi-kondisi ini meliputi ukuran hose, pressure kerja maksimum, rentang temperatur operasi, kompatibilitas fluida, radius bengkokan maksimum, dan kondisi-kondisi lingkungan. Hose yang baru harus memenuhi bahkan boleh melebihi spesifikasi yang hose yang lama.

Hose yang baru harus memiliki ukuran yang sama dengan hose yang lama agar dapat beroperasi dalam sistem hidrolik sesuai spesifikasi rancangan. Hose-hose yang lebih kecil dapat mengendalikan aliran yang kecil dan hose yang lebih besar dapat mengendalikan aliran yang lebih besar. Apabila hose terlalu kecil maka ia dapat mengurangi kapasitas aliran sehingga meningkatkan temperatur dalam sistem hidrolik. Begitu juga hose yang terlalu besar dapat memperlambat respon waktu sistem.

Sistem-sistem hidrolik dirancang untuk beroperasi pada pressure yang spesifik. Hose harus dapat bertahan terhadap pressure yang konstan dan pressure kejut. Menggunakan hose yang baru di atas pressure kerja maksimum hose yang lama akan meningkatkan potensi bagi kerusakan. Pressure kerja maksimum sama dengan ¼ kali pressure burst (ledakan) minimum.

Tube bagian dalam dari hose memiliki suatu rentang frekuensi yang tetap dimana ia harus bekerja dan hanya dapat mengalirkan fluida yang spesifik. Liner-liner dari hose-hose yang berbeda seringkali juga terbuat dari bahan-bahan yang berbeda pula. Menggunakan hose di luar rentang temperatur spesifiknya atau menggunakan fluida yang tidak cocok akan mengurangi umur pemakaian hose.

Radius bengkokan minimum hose mengacu pada bengkokan yang terbesar yang dapat diperbolehkan pada saat penggunaan. Jika dibengkokkan lebih jauh, hose dapat rusak (atau kaku) dan dapat mengurangi umur pemakaian. Konstruksi hose adalah faktor utama yang mempengaruhi radius bengkokan minimum. Radius bengkokan minimum akan menimbulkan masalah besar jika hose itu pendek.

Faktor yang terakhir adalah kondisi-kondisi lingkungan dimana hose itu akan digunakan. Bahan untuk cover hose dirancang agar dapat digunakan dalam aplikasi-aplikasi tertentu. Memaparkan hose pada temperatur yang tinggi  atau dalam kondisi-kondisi sekitar yang keras, diluar disain operasi dapat menyebabkan kerusakan hose lebih awal.

Hose sebaiknya diganti jika sudah terpelintir, kaku, pecah, atau penyok.

Demikian pembahasan tentang hose hydraulic, semoga bermanfaat.
















Minggu, 20 Agustus 2017

Cara Memarkir Excavator

Memarkir excavator dengan benar adalah salah satu tindakan yang yang harus diketahui oleh operator excavator, karena sering dijumpai ternyata excavator tidak diposisikan dengan baik pada waktu diparkir. Cara parkir excavator yang salah selain dapat berbahaya bagi orang lain juga berpengaruh pada umur pemakaian excavator.

Pada artikel kali ini akan dibahas prosedur memarkir excavator yang benar. Berikut prosedur memarkir unit excavator :


1. Letakkan travel lever kiri dan kanan  ke posisi netral, sehingga excavator akan berhenti.

 2. Turunkan kecepatan mesin ke low idling, dengan fuel control dial.

3. Turunkan bucket secara horizontal, sampai bagian bawah menyentuh tanah.


4. Jika memarkir excavator di permukaan tanah yang miring, parkir alat seperti gambar dibawah ini.

5.  Atur safety lock lever  ke posisi lock.

Pada daerah yang memilki temperatur yang dingin, ada beberapa tips untuk memarkir unit excavator, yaitu :prosedur pemarkiran juga perlu diperhatikan diantaranya:

·   Bahan bakar dan pelumas, pada saat memarkir atau menyimpan unit dalam jangka waktu tertentu sebelum dipergunakan maka bahan bakar yang digunakan sebaiknya diganti dengan bahan bakar yang cocok untuk temperatur dingin. Begitu juga dengan minyak pelumas, sebaiknya menggunakan minyak pelumas dengan viscositas yang rendah sehingga akan mendukung untuk memudahkan dalm starter awal. Untuk air pendingin sebaiknya digunakan bahan anti beku agar air tidak membeku pada saat diparkir atau disimpan.

·    Untuk kebutuhan aki juga perlu diperhatikan agar tegangan suplai dari bateray tidak drop, karena jika suhu turun maka kapasitas baterai juga akan turun.

·         Sebelum pemarkiran dilakukan, lumpur dan air pada body sebaiknya dibersihkan untuk mencegah terjadinya kerusakan seal yang disebabkan oleh lumpur yang menempel pada unit.

·    Mesin unit sebaiknya diparkir ditempat yang keras atau lantai semen, jika tidak memungkinkan parkir di atas kayu. Ini tujuannya agar dalam waktu tertentu kekuatan landasan tempat parkir unit alat berat ini masih bias menahan beban dari unit, Sehingga keselamatan kerja dan alat akan terjamin.

·    Ketika temperatur naik atau sudah tidak dingin lagi maka bahan bakar, minyak pelumas, dan air pendingin diganti dengan kebutuhan mesin pada suhu normal.

·    Setelah melakukan pemarkiran, lakukanlah selalu pemeriksaan dan penguncian pada komponen-komponen unit. Pemeriksaan yang dilakukan adalah gauge suhu air, monitor tekanan oli mesin dan gauge bahan bakar. Setelah itu lakukanlah penguncian pada tempat tempat berikut ini :  Pintu kabin operator,  Filler port tangki bahan bakar,  Engine hood,  Cover box baterai,  Pintu bagian kiri dan kanan alat, dan  Filler port tangki hidrolik.

Demikian pembahasan cara memarkir unit excavator, semoga bermanfaat.

Kamis, 17 Agustus 2017

Rangkaian Dan Fungsi Komponen Sistem Stater Alat Berat

Sistem starter menggunakan motor listrik sebagai pemutar sehingga sistem bahan bakar dan sistem pengapian (pada mesin bensin) dapat bekerja. Motor starter menggerakkan atau memutarkan mesin pada saat gigi pinion dan gigi ring gear pada roda penerus (fly wheel) berkaitan.
Motor Starter tidak dapat bekerja jika tidak ada sumber tenaga yang menggerakkannya. Sistem Starter adalah serangkaian komponen yang terkait satu sama lain untuk menghidupkan starter.

Komponen – komponen rangkaian sistem starter pada umumnya dapat dilihat  pada gambar dibawah ini.

Rangkaian starting pada unit alat berat memiliki perangkat pengontrol dan pelindung. Perangkat ini dibutuhkan untuk operasi alternatif motor starter serta untuk mencegah operasi saat mesin sedang berada dalam mode operasi karena alasan keamanan. Nama komponen rangkaian system stater alat berat antara lain : Battery, Cable & wire, Key start switch, Switch pengaman netral/switch pengaman clutch, Starter relay, Starter solenoid. 

Fungsi dari masing-masing komponen stater tersebut adalah :
1. Kunci kontak atau disebut dengan ignition switch berfungsi untuk mengaktifkan sistem stater dengan memberikan arus dari terminal ST (stater) pada kunci kontak ke solenoid. Off : terputus dari sumber tegangan yaitu baterai, ACC : Terhubung dengan arus baterai , tetapi hanya untuk kebutuhan acecoris, ON / IG : Terhubung ke sistem pengapian (Ignition ),
START : untuk Starting engine.

2. Keystartswitch mengaktifkan motor starter dengan cara menyediakan daya ke starter relay dari battery. Switch tersebut dapat dioperasikan secara langsung dengan menggunakan kunci atau tombol atau diaktifkan dari jarak jauh dengan menggunakan kunci pengontrol, serta dapat ditempatkan pada dashboard assembly atau pada kolom kemudi.

3. Baterai berfungsi sebagai sumber energi yang menyediakan arus listrik sehingga dapat bekerja dan memutarkan mesin. Battery menyuplai semua kebutuhan energi listrik ke starter, sehingga starter dapat menggerakkan crank shaft engine.

4. Sekering (Fuse) berfungsi sebagai pembatas arus (pengaman) agar tidak terjadi kelebihan tegangan yang akan menyebabkan kerusakan pada setiap komponen sistem kelistrikan.

5. Kabel adalah konduktor yang dibungkus isolator dan berfungsi sebagai penghubung komponen – komponen sistem kelistrikan pada mobil, kabel dibedakan ukuran diameternya menurut penggunaanya. Kabel kecil digunakan untuk arus kecil dan kabel besar diguanakan untuk arus yang besar. Untuk penghubung pada sistem starter digunakan kabel yang cukup besar karena perlu arus yang besar. Aliran arus tinggi yang melalui motor starter membutuhkan kawat/wire yang harus berukuran cukup besar agar memiliki resistansi rendah.

6. Motor stater berfungsi untuk mengubah energi listrik yang berasal dari baterai menjadi energi mekanik atau energi gerak. Tenaga yang di hasilkan digunakan sebagai penggerak awal untuk memutarkan poros engkol melalui roda penerus atau fly wheel sehingga proses kerja engine dapat hidup.

7. Starter relay (switch magnet) /safety relay dapat dipergunakan dalam beberapa sistem starter. Switch ini terletak diantara key start switch dan starter solenoid. Switch ini merupakan sebuah switch magnet yang diaktifkan oleh daya dari battery yang disuplai melalui key start switch. Starter relay menggunakan sejumlah kecil arus dari key start switch untuk mengendalikan arus yang lebih besar ke starter solenoid serta mengurangi beban pada key start switch. 

8. Battery relay switch adalah untuk memutuskan atau menghubungkan negatif battery dengan body / chasis, ini disebut negative relay.

9. Switch Pengaman Netral atau Switch Pengaman Clutch
Alat berat yang dilengkapi dengan power shift atau transmisi otomatis memerlukan switch pengaman netral yang hanya memungkinkan operasi starter dalam posisi parkir atau netral. Switch ini dapat ditempatkan pada transmisi, pada shifter atau pada linkage. Kontak switch akan menutup pada saat selektor transmisi berada dalam kondisi parkir atau netral serta membuka pada saat selektor transmisi berada dalam posisi gigi yang lain.

Demikian pembahasan tentang rangkaian sistem stater dan fungsi komponennya, semoga bermanfaat.




Kamis, 03 Agustus 2017

Sistem Dan Cara Kerja Excavator Hidrolik

Excavator adalah alat berat yang dipergunakan untuk menggali dan mengangkut suatu material seperti tanah, batubara, pasir dan lain-lain.
Fungsi dari Hydraulic Excavator secara umum adalah mengerjakan kegiatan pertambangan, Pembukaan lahan hutan untuk lahan pertanian, Pembuatan jalan perintis, Pembuatan parit dan saluran irigasi, mengerjakan kegiatan kehutanan, dan lain-lain.

Excavators terdiri dari dua tipe yaitu excavator dengan roda dari ban biasa digunakan untuk jalanan padat dan rata disebut Wheel Excavator  dan ada yang mempunyai roda dari rantai besi / track yang dioperasikan di jalanan yang tidak padat atau mendaki . Excavators jenis ini disebut juga Crawler Excavators. 

Tenaga penggerak utama Hydraulic Excavator adalah mesin diesel yang merubah energi mekanik menjadi energi hidraulik melalui tekanan pompa yang kemudian didistribusikan ke silinder hidraulik untuk menghasilkan gerakan tertentu. Sedangkan motor listrik berfungsi  untuk menstarter dan menyuplai energi komponen-komponen elektrik seperti dinamo, lampu, alat-alat ukur dan sebagainya.

Secara umum konstruksi Hydraulic Excavator terdiri dari 2 bagian yaitu attachment dan Base Machine. Attachment terdiri dari:
Boom adalah attachment yang menghubungkan base frame ke arm dengan panjang tertentu untuk menjangkau jarak loading/unloading.
Arm adalah attachment yang menghubungkan boom ke Bucket.
Bucket adalah attachment yang berhubungan langsung dengan material pada saat loading.

Base Machine terdiri dari:
Base Frame adalah bagian yang terdiri dari cabin, mesin, counter weight dan komponen
lainnya diatas revo frame.
Track Frame adalah komponen yang terdiri dari center frame dan crawler frame yang menjadi tumpuan operasional Hydraulic Excavator.
Track Shoe adalah komponen yang berfungsi seperti roda pada kendaraan, untuk menggerakan Hydraulic Excavator.
Konstruksi Hydraulic Excavator beserta bagian-bagiannya dapat dilihat pada gambar dibawah ini :
Gbr. Hidrolik Excavator Tipe Track

Mekanisme kerja pada Hydraulic Excavator yang digerakkan secara hydraulic adalah:
Mesin Diesel memutar pompa yang kemudian mengalirkan fluida hydraulic dari tangki ke dalam sistem dan kembali lagi ke tangki. Komponen-komponen yang mendapat distribusi fluida hydraulic dan pompa adalah Bucket Cylinder, Arm Cylinder, Boom Cylinder, Swing Motor dan Travel Motor untuk menghasilkan suatu kondisi kerja tertentu.
  
Jenis gerakan Hydraulic Excavator terdiri atas 6 gerakan, cara kerjanya adalah sbb:
Swing
Swing Hydraulic Excavator berputar sampai360o. Sistem gerakan ini adalah dengan menggerakan lever yang membuka katup pada Control Valves yang berisi fluida hydraulic sehingga mengalir ke Swing Motor sehingga Hydraulic Excavator akan berputar dengan putaran tertentu.

Traveling Left Shoe
Pergerakan ini dibagi menjadi dua gerakan yaitu gerakan maju dan gerakan mundur yang digerakan oleh katup yang ada di Control Valves. Energi hydraulic dari pompa akan diubah lagi
menjadi energi mekanis melalui Travel Motor. Travel Motor memutar Sprocket selanjutnya menggerakkan Track Shoe sehingga menghasilkan gerakan pada Hydraulic Excavator.

Traveling Right Shoe
Pergerakan ini dibagi menjadi dua gerakan yaitu gerakan maju dan gerakan mundur yang digerakkan oleh katup yang ada di Control Valves. Energi hydraulic dari pompa akan diubah lagi
menjadi energi mekanis melalui Travel Motor. Travel Motor memutar Sprocket selanjutnya menggerakan Track Shoe sehingga menghasilkan gerakan pada Hydraulic Excavator.

 Boom (Raise-Down)
Pergerakan Boom dilakukan oleh Boom Cylinder. Sistem gerakan ini dilakukan dengan  menggerakkan lever di ruang operator sehingga katup Boom Raise dan katup Boom Dowm
pada Control Valve yang berhubungan dengan Boom Cylinder sehingga membuka. Boom akan melakukan gerakan mengangkat jika katup Boom Raise terbuka sedangkan katup Boom Down
tertutup. Fluida akan mengalir dari katup Boom Raise dan menekan piston dari Cylinder Boom sehingga boom melakukan pergerakan raise-down.

Arm (In-Out)
Pergerakan Arm dilakukan oleh Arm Cylinder. Sistem gerakan ini diatur oleh katup Arm In dan katup Arm Out. Arm akan melakukan gerakan rnengangkat jika katup Arm out terbuka sedangkan katup Arm In tertutup. Fluida akan mengalir dari katup Arm Out dan menekan piston Arm Cylinder. Sedangkan untuk gerakan Arm turun, kondisi katup arm in dan arm out berlaku sebaliknya.

Bucket (Crawl-Dump)
Pergerakan Bucket dilakukan oleh Bucket Cylinder. Sistem gerakan ini diatur oleh pergerakan katup Bucket Crawl dan katup Bucket Dump. Bucket akan melakukan gerakan mengangkat (dump) jika katup Bucket dump terbuka sedangkan katup Bucket Crawl tertutup. Pada saat itu, fluida akan mengalir dari katup Bucket dump dan menekan piston Bucket Cylinder. Sedangkan gerakan Bucket menekuk (crawl) kondisi katup bucket crawl dan katup bucket dump adalah sebaliknya.

RANGKAIN HIDROLIK TRAVEL MOTOR

Demikian pembahasan excavator hidrolik, semoga bermanfaat.