Tampilkan postingan dengan label POWER TRAIN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label POWER TRAIN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Oktober 2017

Sistem Steering Pada Alat Berat

Sistem steering pada machine yang menggunakan track dibagi tiga macam yaitu : Differential steering, Steering clutch & brake Steering dengan track motor.

a. Differential Steering
Differential steering dipakai pada track type tractor dan sebagainya. Keuntungan dari differential steering dibandingkan dengan steering clutch & brake adalah: Kecepatan tractor tetap ketika berbelok, Tidak banyak muatan yang tercecer ketika berbelok, Arah gerak dari tractor lebih mudah dikendalikan, dan Kemampuan bermanuver secara lebih akurat.

Pada sistem differential steering pasokan tenaga diperoleh dari transmission sama seperti sistem differential pada umumnya. Perbedaanya system ini memperoleh pasokan tenaga tambahan dari steering motor. Steering motor ini menaikkan kecepatan putar pada salah satu track dan mengurangi kecepatan track yang lainnya. Dengan demikian pasok tenaga terhadap masing–masing track tidak pernah terhenti. Pada saat tractor berjalan lurus motor steering tidak lagi digunakan.

Steering motor pada differential steering ini digerakkan oleh pompa hydraulic. Pengontrolan arah belok dari tractor dikendalikan cukup dengan satu tangan yaitu dengan cara menarik atau mendorong tuas dari steering.

Terdapat 3 planetary gear set dalam differential steering. Ketiganya sering disebut sebagai steer planetary, drive planetary, dan equalizing planetary. Terdapat dua input tenaga pada planetary gear set tersebut yaitu dari transmission dan dari steering motor. Ketiga planetary gear set tersebut dihubungkan dengan common shaft yang menghubungkan tiga sun gear.

Steer Planetary
Steer planetary digerakkan oleh motor steering melalui bevel pinion gear dan bevel ring gear. Steer planetary meneruskan tenaga untuk membelokkan tractor. Komponen–komponen pada steer planetary adalah ring gear, carrier, planet gear dan sun gear.

      Drive Planetary
Drive planetary digerakkan oleh transmission output shaft melalui transfer gear, bevel pinion gear dan bevel ring gear. Planetary ini menyalurkan tenaga untuk menggerakkan tractor lurus ke depan atau ke belakang.

      Equalizing Planetary
Equalizing planetary mengubah input torque rendah (kecepatan tinggi) menjadi output kecepatan rendah dengan torque tinggi ke final drive sebelah kanan.

 b. Steering Clutch & Brake
Steering clutch menyalurkan tenaga dari bevel gear ke final drive dan juga membelokkan unit. Clutch ini diaktifkan secara hydraulic. Pada track type tractor yang menggunakan steering clutch & brake mempunyai steering & brake control valve. Valve ini mempunyai tugas untuk mengarahkan dan mengatur takanan oli yang masuk ke steering clutch & brake.

Komponen–komponen pada steering clutch & brake adalah: clutch plate, clutch disc, clutch piston, clutch housing, input hub dan output hub. Clutch disc berputar bersama dengan input hub dan ditekan ke arah clutch plate untuk meneruskan tenaga ke clutch housing. Plate di spline ke clutch housing dan memutar clutch housing tersebut ketika clutch disc ditekan ke arah plate oleh piston. Kemudian tenaga diteruskan ke output hub melalui clutch housing.

Piston menekan disc dan plate bersama–sama untuk menghubungkan input hub dengan clutch housing. Tenaga hydraulic digunakan untuk menggerakkan piston Steering clutch ini engaged oleh tekanan oli dan release oleh tekanan spring.

Clutch brake terdiri dari Belleville spring, brake plate, brake disc, piston brake dan brake housing. Sistem brake ini engaged oleh tekanan spring dan release oleh tekanan oli. 

c. Steering dengan Track Motor
Steering dengan Track Motor digunakan pada machine yang menggunakan Hydrostatic Transmission, contohnya: Excavator, Wheel Loader tipe kecil, Dozer tipe kecil, Compactor dan sebagainya.

Steering dengan Track Motor menyalurkan tenaga dari engine ke control valve kemudian dilanjutkan ke track motor.


Demikian tentang steering sistem pada alat berat, semoga bermanfaat.


Jenis-Jenis Final drive Pada Alat Berat

Final drive adalah komponen dari power train sebagai penggerak akhir yaitu menuju roda atau track. Fungsi final drive pada alat berat adalah untuk melipatgandakan torsi yang paling akhir. pada Final drive terdapat susunan roda gigi berupa satu set roda gigi lurus atau atau satu set roda gigi planet (planetary gear set) sebagai roda penggerak akhir yang berfungsi untuk mereduksi putaran dan meningkatkan torsi pada alat berat seperti excavator, wheel loader, dan lain-lain.

 Prinsip kerja final drive sama dengan prinsip kerja pada transmisi yaitu terjadi pengurangan kecepatan putar pada roda gigi yang mempunyai jumlah gigi yang tidak sama sehingga menghasilkan torsi yang meningkat.

Perbandingan reduksi gigi pada final drive umumnya 1 : 9 sampai 1 : 12, untuk reduksi yang kecil digunakan reduksi tunggal sedangkan untuk reduksi yang besar digunakan reduksi ganda atau menggunakan sistem roda gigi planet (planetary gear set).

Macam–macam final drive yang dipakai di alat berat yaitu:
Single reduction

Contoh alat berat yang menggunakan single reduction adalah wheel loader, traktor jenis kecil, scraper, off highway truck kecil, dan motor grader.

Double reduction
Jenis double reduction final drive ini dipergunakan pada off highway truck  atau lebih tinggi dan wheel loader.

Planetary gear set
Pada gambar di atas power dari transmission diteruskan ke differential dan menuju ke final drive melalui komponen final drive shaft. Gambar di atas adalah double reduction planetary gear set. Dari final drive shaft power masuk sebagai sun gear pada first reduction planetary gear. Ring gear adalah komponen yang statis, sehingga outputnya adalah carrier. Dari carrier pada first reduction planetary gear power dikirim ke second reduction planetary gear sebagai sun gear.

Pada second reduction planetary gear ring gear sama yaitu sebagai komponen yang statis. Sehingga carrier adalah outputnya dan langsung terhubung ke final drive wheel. Dan selanjutnya power dikirim ke roda. Final drive tipe ini dipakai di off high way truck.

Demikian tentang jenis- jenis final drive pada alat berat, semoga bermanfaat.


Sabtu, 16 September 2017

Dasar-Dasar Power Train Pada Alat Berat

Power train merupakan suatu sistem pada alat berat yang berfungsi untuk meneruskan tenaga atau power dari engine sampai ke penggerak akhir atau final drive.

Komponen Utama Power Train
Pada dasarnya komponen utama dalam rangkaian power train terdiri dari  Flywheel clutch / torque converter, Direct drive / powershift transmission, Differential / bevel gear, Final drive. Pada beberapa tipe power train yang menggunakan sistem penggerak ganda (4 wheel drives), setelah transmission dipasang transfer gear.

1. Clutch
Ada dua macam komponen penghubung antara engine dan transmission pada machine alat berat yaitu Flywheel clutch, dan Torque converter. 
a. Flywheel Clutch
Flywheel clutch merupakan komponen yang menghubungkan engine dengan transmission secara mekanikal. Hubungan tersebut dapat disambung atau diputus sesuai kebutuhan operator dengan cara menginjak pedal kopling. 
b. Torque Converter 
Torque converter merupakan komponen yang menghubungkan engine dengan transmission secara hydraulic, tidak ada hubungan mekanikal langsung antara engine dengan transmission. 
Torque converter ada beberapa macam, antara lain:
·        Torque converter, digunakan pada sebagian besar power shift machine, contohnya  wheel loader tipe kecil, track type tractor .
·         Torque divider, digunakan pada machine track type tractor .
·         Variable capacity torque converter (VCTC), digunakan pada machine wheel loader tipe   besar.
·      Torque converter dengan lock up, digunakan pada machine off high way truck,  articulated dump   truck dan yang lainnya.
·         Gabungan antara impeller clutch dengan lock up, digunakan pada machine wheel  loader besar.

2. Transmission
Transmission berfungsi untuk Mengubah arah, Mengubah kecepatan, dan Mengubah daya atau torsi. Pada unit alat berat terdapat beberapa jenis transmission yaitu: Direct Drive transmission, Power Shift Transmission, Hydrostatic Transmission 

a. Direct Drive Transmission 
Direct drive transmission adalah transmission yang menggunakan flywheel clutch (plat kopling) sebagai media penghubung dan pemutus antara engine dengan transmission. Clutch ini dioperasikan secara manual. Flywheel clutch berguna pada saat awal machine akan bergerak dan pada saat perpindahan gigi (gear shifting). 
Transmission ini dipergunakan pada machine alat berat yang aplikasinya di medan kerja yang relatif rata, tidak terlalu sering mengubah kecepatan ataupun arah dan beban kerja yang relatif ringan. Contohnya pada traktor pertanian, motor grader dan sebagainya. 

b. Power Shift Transmission 
Power shift transmission adalah transmission yang menggunakan clutch fluida dimana perpindahan giginya langsung tanpa harus memutuskan hubungan antara engine dengan transmission. Hal ini mempermudah pada saat pengoperasiannya.Aplikasi dari sistem transmission ini adalah untuk machine yang sering berubah kecepatan dan arah maju mundurnya serta beban kerja yang relatif berubah-ubah dan berat. 

Dari cara perpindahan giginya transmission ada dua macam yaitu: Power shift transmission (manual gear shifting), dan Automatic transmission (automatic shifting). 
Jenis dari powershift transmission adalah sebagai berikut:
·      Planetary gear set : pengaturan kecepatan dan arah kerja dengan cara meng-engaged-kan disc dan plate sehingga salah satu dari komponen planetary gear set meneruskan tenaga ke ke output shaft dari transmission. Bagian-bagian dari planetary gear set adalah sun gear, planet gear beserta carrier dan ring gear.

· Counter shaft : menggunakan constant mesh seperti pada direct drive tetapi pada jenis ini menggunakan clutch pack. Transmission jenis ini biasanya digunakan pada machine backhoe loader. Untuk meng-engaged-kan clutch dipakai transmission control valve, jenisnya antara lain: Konvensional control valve, Electric control valve dengan on / off solenoid, Individual clutch modulation (ICM), Electronic clutch pressure control (ECPC)

c. Hydrostatic Transmission 
Hydrostatic Transmission menggunakan sistem hydraulic pada transmisinya yang berfungsi untuk mengatur kecepatan dan arahnya. System ini menggunakan pompa hydraulic dan motor sebagai aktuatornya. Cara kerjanya yaitu tenaga dari engine langsung menggerakkan pompa hydraulic dan selanjutnya melalui rangkaian hydraulic lainnya menggerakkan motor untuk mengkonversi menjadi energi mekanikal. Transmission ini digunakan pada track type tractor kecil, track type loader dan hydraulic excavator yang pergerakkan / perpindahan operasi machine relatif kecil.

3. Transfer Gear 
Transfer gear dipakai sebagai penerus tenaga ke differential bagian depan dan belakang pada machine wheel loader. 

4. Differential / Bevel Gear 
Komponen ini berfungsi untuk meneruskan tenaga dari transmission ke final drive kiri dan kanan. Differential digunakan pada machine yang menggunakan roda, sedangkan bevel gear dipasang pada machine yang menggunakan track seperti track type tractor. Jenis differential antara lain: Konvensional differential (standard differential), Nospin differential,Limited slip differential, Differential lock.

5. Final Drive 
Final drive adalah komponen dari power train sebagai penggerak akhir yaitu menuju roda atau track. Fungsinya adalah melipatgandakan torque yang paling akhir.

Komponen Power Train Pada Wheel Loader
Komponen-komponen power train pada wheel loader dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Komponen power train dari wheel loader adalah: Torque Converter, Rear Final Drive, Transmission, Front Drive Shaft, Output Transfer Gear, Front Differential, Rear Drive Shaft, Front Final Drive, Rear Differential.

Komponen Power Train Pada Track Type Tractor

Komponen-komponen power train pada track tipe tracktor / bulldozer yaitu Torque Divider,  Transmission, drive shaft, bevel gear,  dan final drive.


Demikian pembahasan tentang dasar-dasar power train pada alat berat, semoga bermanfaat.







Jumat, 01 September 2017

Cara Kerja Planetary Gear Set

Pada alat berat, planetary gear set digunakan pada berbagai sistem, contohnya torque divider, planetary transmission, final drive dan lain–lain. Berikut adalah gambar komponen-komponen planetary gear set.

Komponen pada planetary gear set adalah Planet gear disebut juga planetary gear, pinion atau idler gear. Selain berputar pada porosnya, planet gear juga berputar mengelilingi sun gear, Carrier, Ring gear, dan Sun gear disebut juga centered gear. Sun gear adalah gear terkecil dalam susunan dan terletak di tengah poros. Sun gear dapat juga berupa spur gear atau helical gear.
Sun gear bertautan dengan planetary pinion gear.  Planetary pinion gear adalah gear kecil yang disusun dalam kerangka yang disebut planetary carrier. 
Planetary pinion berputar pada needle bearing yang diposisikan di antara shaft planetary carrier dan planetary pinion.  Jumlah planetary pinion di dalam sebuah carrier tergantung dari beban yang dipikul. Transmisi kendaraan otomatis harus mempunyai tiga planetary pinion dalam planetary carrier. Heavy-duty highway trucks dapat mempunyai sebanyak lima planetary pinion dalam planetary carrier. Carrier dan pinion-nya disebut sebagai satu kesatuan unit gear.
Planetary pinions mengelilingi poros tengah sun gear dan dilingkari oleh annulus atau ring gear. Ring gear berfungsi seperti sebuah pengikat yang menahan keseluruhan gear set bersama dan memberikan kekuatan yang besar pada unit. 
Keuntungan planetary gear set dibanding dengan external gear yaitu Lebih praktis karena tidak memerlukan ruang yang besar, Lebih halus dalam memindahkan power, Beban dari masing-masing gears seimbang,      Pemilihan rasio gears yang sangat besar.

Cara Kerja Planetary Gear
Setiap komponen dalam planetary gear set, sun gear, pinion gear carrier, dan ring gear dapat berputar atau di tahan. Perpindahan tenaga melalui sebuah planetary gear set hanya mungkin ketika satu komponen di tahan, atau jika dua komponen di tahan bersama.

Salah satu dari tiga komponen sun gear, carrier, atau ring gear dapat digunakan sebagai penggerak atau komponen input. Pada saat yang bersamaan, komponen yang lain tetap berputar dan kemudian menjadi komponen yang ditahan atau diam. Komponen ketiga kemudian menjadi bagian yang digerakkan atau output. Tergantung pada komponen yang menjadi penggerak, yang ditahan, dan yang digerakkan, peningkatan torque atau peningkatan kecepatan akan dihasilkan oleh planetary gear set. Arah output juga dapat di balik melalui berbagai kombinasi.

Tabel Cara Kerja Planetary Gear
Sun Gear
Carrier
Ring Gear
Speed
Torque(torsi)
Direction
1. Input
Output
Ditahan
Reduksi maksimum
Meningkat
Sama dengan input
2. Ditahan
Output
Input
Reduksi minimum
Meningkat
Sama dengan input
3. Output
Input
Ditahan
Kenaikan maksimum
Reduksi
Sama dengan input
4. Ditahan dengan masukan

Input
Tertahan
Kenaikan maksimum
Reduksi
Sama dengan input
5. Input
Ditahan
Output
Reduksi
Meningkat
Kebalikan dari output
6. Output
Ditahan
Input
Pningkatan
Reduksi
Kebalikan dari input
7.       Bila dua komponen ditahan bersama, kecepatan dan arah sama dengan input. sehingga rasio gear 1:1 atau direct drive.
8.       Bila tidak ada komponen planetary gear yang ditahan atau terkunci bersama, maka tidak ada output yang dihasilkan atau gigi pada  kondisi netral.

Kombinasi 1, Maximum Forwad Reduction .
Dengan ring gear dalam keadaan diam dan sun gear berputar searah dengan arah jarum jam, gigi eksternal sun gear akan memutar planetary pinions berlawanan arah dengan jarum jam pada shaft-nya. Diameter dalam dari setiap planetary pinion mendorong melawan shaftnya, menggerakan planetary carrier searah jarum jam. Sun gear yang kecil (penggerak) akan berputar beberapa kali, menggerakkan planetary carrier satu revolusi penuh, menghasilkan reduksi. Kombinasi ini mewakili gear reduksi paling besar atau kelipatan maximum torque yang dapat dicapai dalam satu planetary gear set. Kecepatan input akan tinggi, tapi kecepatan output akan turun.

Kombinasi 2, Minimum Forward Reduction.  
Dalam kombinasi ini, sun gear diam dan ring gear berputar searah jarum jam.  Ring gear menggerakkan planetary pinion searah jarum jam dan berputar mengelilingi sun gear yang diam. 
Planetary pinion menggerakkan planetary carrier dengan arah yang sama dengan ring gear.  Ini menghasilkan lebih dari satu putaran input bila dibandingkan dengan satu putaran penuh output.  Hasilnya adalah penggandaan torque. 
Besarnya reduksi tidak sebesar seperti dalam kombinasi 1.  Planetary gear set sedang beroperasi dengan mid-size ring gear menggerakkan planetary carrier besar.  Sehingga kombinasi tersebut menghasilkan minimum penurunan arah maju.
Kombinasi 3, Overdrive Maksimum.  
Dengan ring gear dalam keadaan diam dan planetary carrier berputar searah jarum jam, tiga planetary pinion shaft mendorong melawan diameter dalam planetary pinion. 
Pinion tersebut didesak untuk berjalan mengelilingi bagian dalam ring gear, yang menggerakkan sun gear searah jarum jam. Carrier berputar kurang dari satu putaran input dibanding dengan satu putaran output, yang menghasilkan kondisi overdrive.  Dalam kombinasi ini, planetary carrier berukuran besar berputar kurang dari satu putaran dan menggerakkan sun gear yang lebih kecil pada kecepatan yang lebih besar dari kecepatan input.  Hasilnya adalah overdrive yang cepat dengan kenaikan kecepatan maksimum.
Kombinasi 4, Slow Overdrive. 
Dalam kombinasi ini, sun gear diam dan carrier berputar searah jarum jam.  Pada saat carrier berputar, pinion shaft mendorong diameter dalam pinion dan didesak untuk berjalan di sekeliling sun gear yang tertahan.  Ini menggerakkan ring gear lebih cepat dan kecepatan meningkat. 
Carrier yang berputar kurang dari satu putaran menyebabkan pinion menggerakkan ring gear satu putaran penuh dalam arah yang sama dengan planetary carrier.  Seperti dalam kombinasi 3, kondisi overdrive terjadi, tetapi carrier yang berukuran besar saat ini menggerakkan ring gear yang berukuran menengah.

Kombinasi 5, Slow Reverse.
Di sini, sun gear yang berukuran kecil menggerakkan ring gear dengan planetary carrier tertahan diam.  Planetary pinion, gear yang digerakkan oleh external sun gear, berputar ke arah yang berlawanan dengan arah gerakan jarum jam atas shaft-nya.  Planetary pinion menggerakkan internal ring gear.  Pada saat sun gear sedang bergerak, planetary pinion digunakan sebagai idler gear untuk menggerakkan ring gear berlawanan arah jarum jam. 
Ini berarti bahwa input shaft maupun output shaft sedang bekerja dengan arah yang berlawanan atau terbalik untuk memberikan aliran power mundur. Karena penggerak sun gear terkecil dan ring gear yang berukuran sedang digerakkan, hasilnya adalah mundur perlahan (reduksi).
Kombinasi 6: Fast Reverse.
Untuk mundur cepat, carrier ditahan, sedangkan sun gear dan ring gear berganti tugas, dengan ring gear menjadi penggerak dan sun gear menjadi yang digerakkan.  Pada saat ring gear berputar berlawanan arah jarum jam, pinion juga berputar berlawanan arah jarum jam, sedangkan sun gear berputar searah jarum jam.  Dalam kombinasi ini, input ring gear menggunakan planetary pinion untuk menggerakkan output sun gear.  Sun gear berputar kebalikan dari input gear.  Dalam kombinasi ini, gear tengah berputar berlawanan arah jarum jam menggerakkan sun gear yang kecil searah jarum jam, yang memberikan arah mundur cepat (overdrive).

Kombinasi 7, Direct Drive.
Dalam kombinasi direct drive, ring gear dan sun gear merupakan komponen input.  Mereka berputar searah jarum jam pada kecepatan yang sama. Gigi internal dari ring gear yang berputar searah jarum jam akan berusaha memutar planetary pinion searah jarum jam. Tetapi sun gear, sebuah eksternal gear berputar searah jarum jam, akan mencoba menggerakkan planetary pinions berlawanan arah jarum jam. Gaya berlawanan ini mengunci  planetary pinions melawan putaran seluruh planetary gear set berputar sebagai satu kesatuan lengkap. Hal ini mengikat bersama komponen input dan output dan menyediakan direct drive. Untuk direct drive, kedua anggota  input harus berputar pada kecepatan yang sama.

Kombinasi 8, Pengoperasian Netral.
Kombinasi komponen planetary gear 1 sampai 7 menghasilkan gerakan output dengan berbagai macam kecepatan, torque, dan arah. Dalam setiap keadaan satu komponen dari planetary gear set di tahan atau dua komponen di kunci untuk output. Pada kombinasi 8, tidak ada komponen yang ditahan akan ada input dalam gear set, tetapi tidak ada output. Hasilnya adalah kondisi netral.

Kesimpulan Operasi Planetary Gear Set

1.  Ketika planetary carrier berfungsi sebagai penggerak (komponen input), gear set menghasilkan  kondisi peningkatan kecepatan (overdrive).  Kecepatan bertambah, torsi berkurang.
2. Ketika planetary carrier berfungsi sebagai komponen output, gear set tersebut menghasilkan pengurangan kecepatan arah maju.  Kecepatan berkurang, torsi bertambah.
3.  Ketika planetary carrier ditahan, gear tersebut akan menghasilkan arah mundur.

Demikian pembahasan planetary gear set, semoga bermanfaat.

Senin, 19 Desember 2016

Jenis dan Fungsi Transmission Pada alat Berat

Transmission adalah komponen power train yang berfungsi untuk mengatur kecepatan gerak, torsi, serta arah sehingga unit atau mesin dapat bergerak maju atau mundur.
Pada alat berat terdapat 3 macam transmission yang digunakan yaitu : direct drive (transmisi manual), Power shift transmission, dan hydrostatic transmission.

1. Direct Drive Transmission (Transmisi Manual)
Direct drive transmission adalah transmission yang menggunakan flywheel clutch (plat kopling) sebagai media penghubung dan pemutus antara engine dengan transmission. Clutch ini dioperasikan secara manual. Flywheel clutch berguna pada saat awal machine akan bergerak dan pada saat perpindahan gigi (gear shifting).

Transmission ini dipergunakan pada alat berat yang digunakan di medan kerja yang relatif rata, tidak terlalu sering mengubah kecepatan ataupun arah dan beban kerja yang relatif ringan. Contohnya pada traktor pertanian, motor grader dan sebagainya.
Berdasarkan cara kerjanya,(direct drive transmission) masih dibagi menjadi tiga macam yaitu: Sliding Gear/Sliding Mesh, Collar Shift / constant Mesh,  dan Synchromesh type.


Sliding Gear merupakan pengatur kecepatan dan arah kerja dengan cara memindahkan spur gear yang dilakukan oleh fork agar diperoleh kecepatan ataupun arah yang dikehendaki. 



Constant Mesh Type
Pada constant mesh type roda percepatan dengan pasangan (counter gear), agar terjadi perpindahan tenaga percepatan atau arah putaran maka yang dipindahkan adalah constan mesh. Constant mesh berfungsi sama seperti Sliding Gear di atas, sedangkan perbedaannya yang dipindahkan adalah sliding collar. 

Syncromesh Type
Synchromesh transmission pada dasarnya sama dengan Constant Mesh dengan tambahan synchronizer. Synchronizer digunakan pada semua manual transmisi dan mesin lain ketika perpindahan gigi.


2. Power Shift Transmission
Power shift transmission adalah transmission yang menggunakan clutch fluida dimana perpindahan giginya langsung tanpa harus memutuskan hubungan antara engine dengan transmission. Hal ini mempermudah pada saat pengoperasiannya. Transmission ini diaplikasikan pada machine yang sering berubah kecepatan dan arah maju mundurnya serta beban kerja yang relatif berubah-ubah dan berat. Adapun jenis dari powershift transmission adalah Planetary Gear Set, Counter Shaft. Power shift transmission disebut juga torqflow transmission atau

a. Planetary gear set
Planetary gear system terdiri dari empat elemen yaitu : sun gear, carier, dan ring gear, dan planetary gear. Apabila dua elemen diputar sedangkan yang satu ditahan, maka akan menghasilkan putaran bervariasi pada elemen outputnya, kecepatan bertambah, berkurang, maju, atau mundur. Contohnya apabila carrier ditahan, ring gear akan berputar berlawanan arah terhadap sun gear kalau sedang berputar. Speed ratio dari gear penggerak dengan gear yang digerakkan adalah tergantung dari jumlah gigi dari masing-masing gear. 

Input putaran dari transmission berasal dari torque converter sedangkan output transmission menuju ke bevel gear untuk alat berat yang menggunakan track atau rantai dan differential untuk alat berat yang menggunakan wheel atau ban.
Input shaft dihubungkan dengan planetary carrier sedangkan output shaft dihubungkan dengan sun gear. Ketika kedua ring gear ditahan, maka sun gear sebagai output akan mendapat tenaga dari input shaft. Karena perbedaan jumlah gigi dari ke dua sun gear maka apabila clutch untuk gigi ke dua dihubungkan, output putarannya akan lebih cepat dari pada gigi 1 ketika di dihubungkan (mengengakan).

Planetary gear set melakukan pengaturan kecepatan dan arah kerja dengan cara meng-engaged-kan disc dan plate sehingga salah satu dari komponen planetary gear set meneruskan tenaga ke ke output shaft dari transmission.
Planetary power shift transmission terdiri dari beberapa pasang planetary gear dimana komponen tersebut berfungsi untuk merubah arah putaran input, dan merubah kecepatan. Komponen yang berfungsi untuk menahan pada planetary gear set tersebut adalah clutch (piston, disc dan plate). Terdapat dua macam planetary gear system yaitu : single pinion type dan double pinion type.

b. Counter Shaft Power Shift Transmission
Counter Shaft Power Shift Transmission menggunakan constant mesh seperti pada direct drive tetapi pada jenis ini menggunakan clutch pack. Transmission jenis ini biasanya digunakan pada machine backhoe loader. Keuntungan transmisi jenis ini menggunakan sedikit spare part sehingga ringan.


3. Hydrostatic Transmission
Hydrostatic transmission adalah transmission yang mentransfer tenaga dengan menggunakan hydraulic system. Keuntungannya adalah Kontrol kecepatannya secara variable, Pemanfaatan horse power dari engine  sangat maksimal Kesesuaian maksimal antara drawbar pull dan travel speed Counter rotation control (perputaran track berlawanan arah saat berbelok), Cocok untuk alat berat dengan minimum travel. 
http://bestsupportunderground.com

Demkian tentang jenis dan fungsi transmission pada alat berat, semoga bermanfaat.