Minggu, 15 Oktober 2017

Sistem Steering Pada Alat Berat

Sistem steering pada machine yang menggunakan track dibagi tiga macam yaitu : Differential steering, Steering clutch & brake Steering dengan track motor.

a. Differential Steering
Differential steering dipakai pada track type tractor dan sebagainya. Keuntungan dari differential steering dibandingkan dengan steering clutch & brake adalah: Kecepatan tractor tetap ketika berbelok, Tidak banyak muatan yang tercecer ketika berbelok, Arah gerak dari tractor lebih mudah dikendalikan, dan Kemampuan bermanuver secara lebih akurat.

Pada sistem differential steering pasokan tenaga diperoleh dari transmission sama seperti sistem differential pada umumnya. Perbedaanya system ini memperoleh pasokan tenaga tambahan dari steering motor. Steering motor ini menaikkan kecepatan putar pada salah satu track dan mengurangi kecepatan track yang lainnya. Dengan demikian pasok tenaga terhadap masing–masing track tidak pernah terhenti. Pada saat tractor berjalan lurus motor steering tidak lagi digunakan.

Steering motor pada differential steering ini digerakkan oleh pompa hydraulic. Pengontrolan arah belok dari tractor dikendalikan cukup dengan satu tangan yaitu dengan cara menarik atau mendorong tuas dari steering.

Terdapat 3 planetary gear set dalam differential steering. Ketiganya sering disebut sebagai steer planetary, drive planetary, dan equalizing planetary. Terdapat dua input tenaga pada planetary gear set tersebut yaitu dari transmission dan dari steering motor. Ketiga planetary gear set tersebut dihubungkan dengan common shaft yang menghubungkan tiga sun gear.

Steer Planetary
Steer planetary digerakkan oleh motor steering melalui bevel pinion gear dan bevel ring gear. Steer planetary meneruskan tenaga untuk membelokkan tractor. Komponen–komponen pada steer planetary adalah ring gear, carrier, planet gear dan sun gear.

      Drive Planetary
Drive planetary digerakkan oleh transmission output shaft melalui transfer gear, bevel pinion gear dan bevel ring gear. Planetary ini menyalurkan tenaga untuk menggerakkan tractor lurus ke depan atau ke belakang.

      Equalizing Planetary
Equalizing planetary mengubah input torque rendah (kecepatan tinggi) menjadi output kecepatan rendah dengan torque tinggi ke final drive sebelah kanan.

 b. Steering Clutch & Brake
Steering clutch menyalurkan tenaga dari bevel gear ke final drive dan juga membelokkan unit. Clutch ini diaktifkan secara hydraulic. Pada track type tractor yang menggunakan steering clutch & brake mempunyai steering & brake control valve. Valve ini mempunyai tugas untuk mengarahkan dan mengatur takanan oli yang masuk ke steering clutch & brake.

Komponen–komponen pada steering clutch & brake adalah: clutch plate, clutch disc, clutch piston, clutch housing, input hub dan output hub. Clutch disc berputar bersama dengan input hub dan ditekan ke arah clutch plate untuk meneruskan tenaga ke clutch housing. Plate di spline ke clutch housing dan memutar clutch housing tersebut ketika clutch disc ditekan ke arah plate oleh piston. Kemudian tenaga diteruskan ke output hub melalui clutch housing.

Piston menekan disc dan plate bersama–sama untuk menghubungkan input hub dengan clutch housing. Tenaga hydraulic digunakan untuk menggerakkan piston Steering clutch ini engaged oleh tekanan oli dan release oleh tekanan spring.

Clutch brake terdiri dari Belleville spring, brake plate, brake disc, piston brake dan brake housing. Sistem brake ini engaged oleh tekanan spring dan release oleh tekanan oli. 

c. Steering dengan Track Motor
Steering dengan Track Motor digunakan pada machine yang menggunakan Hydrostatic Transmission, contohnya: Excavator, Wheel Loader tipe kecil, Dozer tipe kecil, Compactor dan sebagainya.

Steering dengan Track Motor menyalurkan tenaga dari engine ke control valve kemudian dilanjutkan ke track motor.


Demikian tentang steering sistem pada alat berat, semoga bermanfaat.


Jenis-Jenis Final drive Pada Alat Berat

Final drive adalah komponen dari power train sebagai penggerak akhir yaitu menuju roda atau track. Fungsi final drive pada alat berat adalah untuk melipatgandakan torsi yang paling akhir. pada Final drive terdapat susunan roda gigi berupa satu set roda gigi lurus atau atau satu set roda gigi planet (planetary gear set) sebagai roda penggerak akhir yang berfungsi untuk mereduksi putaran dan meningkatkan torsi pada alat berat seperti excavator, wheel loader, dan lain-lain.

 Prinsip kerja final drive sama dengan prinsip kerja pada transmisi yaitu terjadi pengurangan kecepatan putar pada roda gigi yang mempunyai jumlah gigi yang tidak sama sehingga menghasilkan torsi yang meningkat.

Perbandingan reduksi gigi pada final drive umumnya 1 : 9 sampai 1 : 12, untuk reduksi yang kecil digunakan reduksi tunggal sedangkan untuk reduksi yang besar digunakan reduksi ganda atau menggunakan sistem roda gigi planet (planetary gear set).

Macam–macam final drive yang dipakai di alat berat yaitu:
Single reduction

Contoh alat berat yang menggunakan single reduction adalah wheel loader, traktor jenis kecil, scraper, off highway truck kecil, dan motor grader.

Double reduction
Jenis double reduction final drive ini dipergunakan pada off highway truck  atau lebih tinggi dan wheel loader.

Planetary gear set
Pada gambar di atas power dari transmission diteruskan ke differential dan menuju ke final drive melalui komponen final drive shaft. Gambar di atas adalah double reduction planetary gear set. Dari final drive shaft power masuk sebagai sun gear pada first reduction planetary gear. Ring gear adalah komponen yang statis, sehingga outputnya adalah carrier. Dari carrier pada first reduction planetary gear power dikirim ke second reduction planetary gear sebagai sun gear.

Pada second reduction planetary gear ring gear sama yaitu sebagai komponen yang statis. Sehingga carrier adalah outputnya dan langsung terhubung ke final drive wheel. Dan selanjutnya power dikirim ke roda. Final drive tipe ini dipakai di off high way truck.

Demikian tentang jenis- jenis final drive pada alat berat, semoga bermanfaat.