Sabtu, 31 Desember 2016

Komponen Under Carriage Pada Alat Berat

Undercarriage adalah komponen bawah dari alat berat tipe track rantai  yang berfungsi sebagai pembawa dan pendukung unit alat berat. Menurut bentuknya undercarriage terbagi atas 2 macam yaitu :

Oval Track
Konstruksi oval track yaitu Sprocket berada pada bagian belakang machine dan idler berada pada bagian depan machine. Terdapat satu atau dua buah carrier roller pada bagian atas track frame dan sejumlah rangkaian track roller pada bagian bawah. Komponen penggerak machine yang langsung bersentuhan dengan tanah terdiri dari track link yang bekerja sebagai rantai penghubung dan track shoe sebagai tapakan.

Elevated Sprocket Track
Pada tipe ini memungkinkan final drive dan sprocket tidak memikul beban berat machine secara langsung dan lebih bersih dari lumpur karena posisinya berada diatas. Hal ini memungkinkan komponen final drive lebih awet, maschine lebih seimbang, gaya dorong (traksi) lebih tinggi dan memungkinkan track roller frame lebih fleksibel.


Komponen-komponen under carriage yang digunakan pada tractor /dozer adalah :

Track Link
Track link merupakan komponen yang berguna sebagai tempat pemasangan track shoe dan bantalan roller.



Track Pin
Track Pin bersama-sama dengan bushing berfungsi sebagai penahan dan  penyambung antara track link yang satu dengan yang lain.


Track bushing
Pada sistem undercarriage, track bushing dan track pin bersama-sama menahan track link dan menyambung track link yang satu dengan yang lain dan menyekat rangkaian antara link dan bushing.

Track link joint
Trak link berfungsi sebagai penyambung track track linksatu dengan yang lain.

Track Shoe
Track shoe berfungsi untuk menahan berat machine, menyediakan traksi melalui tahanannya dengan permukaan tanah guna memungkinkan track-type machine bergerak. Track shoe memiliki beberapa tipe sesuai dengan kondisi tempat machine beroperasi yang terdiri beberapa tipe yaitu : Single grouser shoe, Extreme service shoe, Double grouser shoe, Self cleaning low ground pressure shoe, Trapezoidal center hole shoe, Chopper shoe.


Track Roller
Track roller berfungsi menahan machine pada track dan memandu machine untuk tepat bergerak diatas track. Track Roller terdiri dua jenis, yaitu : Single flange roller, Double flange roller.

Carrier Roller
Carrier roller digunakan pada undercarriage pada yang berfungsi untuk menahan berat track antara idler dan sprocket. Carrier roller juga berfungsi menghaluskan gerakan track bagian atas.

Sprocket
Fungsi sprocket assembly adalah untuk meneruskan tenaga dari final drive menuju bushing track link. Gigi-gigi sprocket bekerja dengan menarik track bushing dan menggerakkan track group sehingga alat berat bergerak.


Idler
Idler berfungsi untuk memandu track keluar dan masuk ke track roller, menahan sebagian beban machine dan komponen yang memungkinkan kekencangan track dikontrol. Undercarriage dengan Elevated sprocket memiliki dua idler yang berada pada bagian dan belakang machine. Undercarriage dengan oval track hanya memiliki satu idler yang ada pada bagian depan machine.



Demikian tentang komponen under carriage pada alat berat, semoga bermanfaat.

Jumat, 30 Desember 2016

Tahapan Mencari Kerusakan Pada Alat Hidrolik

Mesin atau alat hidrolik yang digunakan bekerja, terkadang mengalami kerusakan atau gangguan sehingga tidak dapat dioperasikan adapun, tanda-tanda kerusakan yang biasa terjadi pada sistem hidrolik antara lain:

 Sistem berhenti. Artinya dalam keadaan operasi tiba-tiba sistem berhenti tanpa dikehendaki atau pada waktu akan dioperasikan sistem tidak mau bekerja.

Getaran yang berlebihan. Bila terjadi getaran yang tidak seperti biasanya selama operasi atau getaran yang berlebihan berarti ada suatu kelainan. Kelainan itu disebabkan oleh apa dan di bagian mana, itulah yang harus dicari.

Terdengar suara asing . Suara asing yang tidak biasa terdengar perlu dicurigai dan perlu dicermati kemudian segera mengambil keputusan.

Meningkatnya suhu alat. Apabila suhu meningkat dengan tajam perlu kiranya segera memberhentikan mesin kemudian menyelidiki kelainan apa yang terjadi.

Tercium bau asing. Termasuk apabila timbul bau-bau yang tidak biasanya terjadi, seperti bau terbakar, perlu segera diselidiki dengan menghentikan mesin terlebih dahulu.

bila muncul tanda-tanda seperti tersebut di atas pada saat mengoperasikan sistem hidrolik (dalam keadaan bekerja), maka operator alat harus segera menghentikan alat dan melapor kepada bagian maintenance. Dalam mencarian gangguan pada sistem hidrolik, teknisi dianjurkan untuk melakukan tahapan-tahapan dalam mencari kerusakan tersebut, yaitu :

Menguasai sistem.
Untuk dapat menguasai sistem seorang teknisi harus mempelajari anatara lain : Buku petunjuk pengoperasian, agar memahami betul cara pengoperasian yang benar, kemudian mempraktekkannya, Buku petunjuk pemeliharaan (maintenance manual) agar anda menguasai cara kerja sistem, aliran fluida, jenis komponen, cara memelihara dan memperbaiki sistem. Di sini anda harus dapat membaca diagram sirkuit hidrolik, step diagram dan grafik urutan kerja.

Mencari Informasi Dari Operator
Langkah selanjutnya adalah mencari informasi dari operator mesin tentang mesin yang dioperasikan. Pertanyaaan penting yang harus ditanyakan antara lain : apakah mesin / alat mendapat gangguan/ kerusakan pada waktu Bekerja (dalam keadaan switch-on), apakah gangguan semacam ini pernah/sering terjadi sebelumnya, apakah operator telah memperbaiki atau telah mengubah posisi switch (mematikan mesin), bagaimana mesin / alat itu ketika dioperasikan, dll.

Mengoperasikan  Alat
Operasikan mesin/alat tersebut sesuai dengan prosedur warming up, beban ringan sampai beban penuh bila mungkin. Buktikan sendiri apa yang telah diinformasikan oleh operator tadi, perhatikan setiap gerakan, lihat, dengar, cium dan rasakan apakah tanda-tanda seperti tersebut di atas muncul dan kalau muncul di bagian mana. Periksa alat ukur (pressure gauge misalnya) apakah alat tersebut menunjukkan kelainan pengukuran atau bahkan alat itu yang rusak. Bila mesin/alat sudah tidak dapat dihidupkan lagi, coba gerakkan bagian-bagian yang lain apakah masih berfungsi atau juga sudah mengalami kerusakan, hal ini dilakukan untuk mendapatkan suatu informasi tambahan. Setelah mengoperasikan atau menggerakkan, lanjutkan dengan memeriksa visual bagian-bagian yang anda curigai. Untuk memeriksa dengan membuka sistem hidrolik yang bertekanan, kosongkan dulu oli yang bertekanan untuk kembali ke tangki hidrolik. Oli yang bertekanan tinggi sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan kecelakaan.

Menginspeksi atau memeriksa Alat
Dari hasil pengamatan anda selama mengoperasikan mesin tadi tentu anda telah mencurigai bagian-bagian yang mengalami  gangguan. Periksalah bagian tersebut dengan cermat, tetapi jangan lupa coba periksa oli dalam tangki hidrolik, level permukaannya, keadaannya apakah berbuih,atau berubah seperti susu, apakah oli sangat kotor, apakah filter tersumbat dan sebagainya. Demikian juga perhatikan baik-baik semua komponen barang kali ada yang retak atau bocor atau kendor dan sebagainya.

Membuat daftar kemungkinan penyebab gangguan.
Dari hasil catatan-catatan pada waktu melakukan inspeksi anda dapat membuat daftar kemungkinan-kemungkinan penyebab kerusakan. Dan ingat bahwa satu kerusakan sering kali dapat menyebabkan kerusakan pada komponen yang lain.

Mengambil kesimpulan
Dari daftar penyebab kerusakan tadi anda dapat membuat analisis untuk menyimpulkan bagian mana yang mengalami gangguan.

Mengetes Kerusakan
Hidupkan sistem hidrolik dan gerakkan aktuator beberapa cm ke atas kemudian posisikan penggerak katup pada posisi netral dan matikan mesin. Tahanlah beban (disangga) kemudian lepas selang balik dan tutuplah selang tersebut. Setelah itu posisikan penggerak katup kebalikan dengan posisi pertama dan lepaskan penyangga. Perhatikan apakah pada lubang katup (port) yang dibuka tadi ada bocoran atau tidak. Hidupkan mesin dan gerakkan piston beberapa cm kemudian matikan kembali. Lepas selang pada bagian yang tidak bertekanan dan tutuplah selang tersebut. Hidupkan kembali mesin dan perhatikan lubang (port) yang telah terbuka, apakah ada bocoran atau tidak. Untuk ujung sebaliknya sama seperti itu caranya.

Demikian pembahasan tentang mencari kerusakan pada alat / mesin yang menggunakan sistem hidrolik, semoga bermanfaat.

Sabtu, 24 Desember 2016

TEORI DASAR KELISTRIKAN

Kelistrikan mempunyai fungsi dan peranan yang penting pada alat–alat berat. Listrik menyediakan energi untuk Memutar engine pada saat starting, Mengoperasikan lampu-lampu, Mengoperasikan gauge–gauge dan aksesoris, mengisi battery, dan sebagainya.

Teory Electron

 Semua material terdiri dari molekul, dan molekul juga terdiri dari atom. Atom mempunyai suatu inti dengan elektron yang beredar disekitarnya. Inti atom terdiri dari kutub positif (proton) dan negatif (elektron). Kebanyakan atom dikenal hanya memiliki proton dan elektron. Elektron memiliki muatan listrik negatif (-), sedangkan proton memiliki muatan positif (+). Netron tidak memiliki muatan listrik atau netral. Muatan listrik negatif yang dimiliki oleh elektron seimbang dengan muatan listrik positif yang dimiliki oleh proton. Hal ini dikenal sebagai ikatan elektron.  

Elektron yang berada di luar ikatan, dapat beredar bebas dari aplikasi gaya luar, seperti pergerakan melalui medan magnet, friksi atau pengaruh kimia. Elektron tersebut dikenal sebagai elektron bebas. Elektron bebas dapat meninggalkan garis edarnya, dimana dapat diisi oleh elektron yang memaksa keluar dari garis edar pada atom yang lain. Elektron bebas berpindah satu atom ke atom berikutnya, disitulah arus elektron diproduksi. Ini adalah prinsip dasar dari kelistrikan.

Ada tiga faktor dasar kelistrikan yaitu Tegangan (Voltage), Arus (Current), Tahanan (Resistance).
Tegangan
Karena adanya gaya dari medan elektrostatiknya, muatan listrik mampu menggerakkan muatan lainnya dengan cara menarik atau menolak yang disebut dengan tenaga potensial.
Ketika suatu muatan berbeda dari yang lainnya maka akan timbul perbedaan potensial antara muatan tersebut. Nilai dari perbedaan muatan potensial tersebut di dalam medan electrostastic dikenal dengan nama electromotif force  (EMF) atau gaya gerak listrik. Satuan dari perbedaan potensial itu adalah volt, untuk menghormati penemunya Alessandro Volta seorang ilmuwan Italy. Karena volt ini digunakan sebagai satuan perbedaan potensial maka sering disebut dengan Voltage.



Ada tiga faktor dasar kelistrikan yaitu Tegangan (Voltage), Arus (Current), Tahanan (Resistance).
Tegangan
Karena adanya gaya dari medan elektrostatiknya, muatan listrik mampu menggerakkan muatan lainnya dengan cara menarik atau menolak yang disebut dengan tenaga potensial. Ketika suatu muatan berbeda dari yang lainnya maka akan timbul perbedaan potensial antara muatan tersebut. Nilai dari perbedaan muatan potensial tersebut di dalam medan electrostastic dikenal dengan nama electromotif force  (EMF) atau gaya gerak listrik. Satuan dari perbedaan potensial itu adalah volt, untuk menghormati penemunya Alessandro Volta seorang ilmuwan Italy. Karena volt ini digunakan sebagai satuan perbedaan potensial maka sering disebut dengan Voltage.


Arus (Current)

Dalam pengembangannya untuk menyelidiki hukum dari gaya antara atom yang bermuatan seorang ilmuwan yang bernama Charles Coulomb mengadopsi sebuah satuan pengukuran yang disebut dengan Coulomb. Satuan tersebut ditulis dalam notasi ilmiah yang diekspresikan sebagai satu Coulomb = 6,28 X 10 18  proton atau electron. Secara sederhana kita kenal jika di dalam konduktor tembaga mengalir satu Ampere, berarti ada 6,28 juta–juta electron yang mengalir dalam satu detik. Intensitas dari arus tersebut dinyatakan dalam Ampere (A).

Ada dua cara untuk menggambarkan arus listrik yang mengalir melalui konduktor. Pertama dengan menggunakan teori atom untuk menerangkan komposisi dari cara ilmuwan menentukan arus sebagai pergerakan dari muatan positip di dalam konduktor dari polaritas positip ke polaritas negatip kesimpulan ini tetap digunakan oleh beberapa standarisasi engineer atau teks book, beberapa contoh dipakai untuk mengukur aliran cairan, gas, dan semi konduktor, cara ini disebut dengan teori konvensional.

Dalam menemukan teori atom tersebut untuk menerangkan komposisi dari cara dan penentuan arus yang mengalir yang berdasarkan atas aliran electron (muatan negatip) menuju ke proton atau muatan positip (berlawanan arahnya dari teori konvensional) teori ini disebut dengan teori electron.

Tahanan (Resistance)
George Simon Ohm menemukan bahwa pada tegangan yang tetap jumlah arus yang mengalir melalui material tergantung dari tipe material dan ukurannya. Dengan kata lain semua material terdapat perlawanan terhadap aliran dari electron yang disebut dengan “resistance”. Jika perlawanan itu kecil, material tersebut dinamakan konduktor, jika perlawanannya besar disebut insulator.

Satuan untuk mengukur resistan tersebut diekspresikan dalam Ohm dan dilambangkan dengan huruf Yunani Omega. Dapat juga dikatakan bahwa satu Ohm adalah gaya yang menahan tegangan arus satu Volt yang menghasilkan satu Ampere.
Tahanan pada konduktor dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu:
1. Bahan atau structure atom ditentukan oleh berapa banyak electron bebas yang terkandung di dalamnya. Makin banyak jumlah electron bebasnya makin kecil nilai tahanannya.
2.    Panjang konduktornya yaitu makin panjang konduktor tersebut makin besar tahanannya.
3.    Penampang atau ukuran AWG-nya makin besar penampangnya makin kecil nilai tahanannya.
4. Temperature, pada beberapa material konduktor makin tinggi nilai temperaturenya makin tinggi juga nilai tahanannya.

Sirkuit
Di dalam sistem kelistrikan ada tiga macam bagian penting yaitu Tegangan, Tahanan, Konduktor. Voltmeter adalah alat ukur untuk mengetahui tegangan potensial yang ada. Disambungkan secara parallel. Ohmmeter adalah alat ukur untuk mengetahui tahanan dan disambung secara parallel. Amperemeter adalah alat untuk mengukur arus yang mengalir dan dihubungkan secara seri. Secara teori kita dapat menghitung hal tersebut di atas dengan menggunakan rumus hukum Ohm yaitu:


Sehingga rumusnya: 

Dalam teori dasar kelistrikan, dikenal 3 kondisi sirkuit yaitu:
·         Closed Circuit (sirkuit terhubung)
Sirkuit ini mempunyai ciri–ciri :
Sirkuitnya tersambung dari sumber dan kembali ke sumbernya lagi.
Ada tahanan (load) yang mengontrol jumlah arus yang mengalir.

·         Open Circuit (sirkuit terbuka)
Sirkuit ini tidak terhubung sempurna atau ada bagian yang terbuka, baik oleh switch atau oleh putusnya kabel.

·         Short Circuit (hubungan singkat)
Sirkuit ini terjadi jika arus mengambil jalan pintas untuk kembali ke sumbernya karena ada hubungan langsung konduktornya yang tidak melalui beban sehingga nilai arusnya menjadi tinggi sekali karena rendahnya nilai tahanan yang menghambat arus tersebut, maka konduktornya terbakar.

Jenis–jenis rangkaian dalam sistem kelistrikan ada 3 yaitu :
Rangkaian Seri

Beberapa beban dihubungkan menjadi satu rangkaian, sehingga arus hanya ada dalam satu rangkaian tersebut. Ciri-ciri rangkaian seri adalah Nilai tahanan totalnya sama dengan jumlah tahanannya, Nilai voltage drop-nya dari masing masing tahanan jika dijumlahkan akan sama dengan tegangan sumbernya, dan Nilai arus yang mengalir pada tiap–tiap tahanannya sama. Rumus rangkaia seri :

R total = R1 + R2 + R3

Rangkaian Parallel:
Ada lebih dari satu cabang rangkaian sehingga arus bisa mengalir ke tiap–tiap cabang rangkaian. Tahanan terpasang secara berjajar. 

Adapun ciri-ciri rangkaian paralel adalah : Tegangan yang ada pada tiap-tiap tahanan adalah sama, Nilai arus yang mengalir pada masing–masing tahanan, jika dijumlahkan akan sama dengan arus totalnya, Nilai tahanan totalnya lebih kecil dari nilai tahanan terkecil pada sirkuitnya.  Nilai tahanan totalnya lebih kecil dari nilai tahanan terkecil pada sirkuitnya. Rumus rangkaian paralel :

    
1/Rtot = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3

 
Rangkaian Seri dan Parallel

Gabungan antara rangkaian seri dan parallel, sehingga mempunyai ciri–ciri sama dengan kedua rangkaian di atas, hanya bedanya untuk menyelesaikan penghitungan diselesaikan satu persatu rangkaiannya.

                           

Demikian pembahasan tentang kelistrikan dasar semoga bermanfaat.












Kamis, 22 Desember 2016

Pemeliharaan Berkala Sistem Hidrolik


Kegiatan pemeliharaan berkala pada sistem hidrolik ialah kegiatan yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu sesuai yang telah dijadwalkan. Kegiatan perawatan berkala Bertujuan agar kondisi, kemampuan dan daya tahan suatu kendaraan (alat berat), menjadi lebih baik dan lebih tahan lama. Perawatan berkala sistem hidrolik dapat  dibagi menjadi beberapa bagian, yakni : perawatan mingguan, perawatan bulanan, perawatan enam bulanan, dan perawatan tahunan.

Mingguan (Weekly)
Periksa level oli pada tangki hidrolik dan ditambah bila kurang.
Periksa filter(saringan), regulator (relief valve) dan pressure gauge apakah masih bekerja dengan baik. Pemeriksaannya dengan cara mengoperasikan sistem dan dianalisis. Apabila terdapat gangguan harus segera di perbaiki.

Periksa apakah pada katup-katup terdapat kotoran seperti : debu,  komponen yang tergores (chips) dan hal lain yang dapat menimbulkan gangguan. Jika memang ada bersihkan atau perbaiki.

Bulanan (Monthly)
Periksa kondisi konektor (pengikat), penghubung (konduktor) yang berupa selang atau pipa, apakah masih berfungsi dengan baik.

Periksa kondisi sambungan dengan perapatnya (seal), apakah ada kebocoran atau tidak.

Periksa saluran-saluran pada katup apakah ada kebocoran atau tidak. Bila terjadi kebocoran betulkan dengan cara menyetelnya.

Enam bulanan (Six monthly)
Periksa seal-seal pada komponen seperti pada silinder, motor hidrolik dan komponen lain.
.
Lakukan penyetelan-penyetelan antara lain penyetelan mur/baut pengikat, penyetelan transmisi seperti belt, kopling dan sebagainya.

Periksa bantalan/bearing pada silinder, batang torak, poros motor hidrolik dan sebagainya.

Tahunan (Yearly)
Penggantian oli/cairan hidrolik .

Demikian tentang perawatan berkala sistem hidrolik.


Senin, 19 Desember 2016

Jenis dan Fungsi Transmission Pada alat Berat

Transmission adalah komponen power train yang berfungsi untuk mengatur kecepatan gerak, torsi, serta arah sehingga unit atau mesin dapat bergerak maju atau mundur.
Pada alat berat terdapat 3 macam transmission yang digunakan yaitu : direct drive (transmisi manual), Power shift transmission, dan hydrostatic transmission.

1. Direct Drive Transmission (Transmisi Manual)
Direct drive transmission adalah transmission yang menggunakan flywheel clutch (plat kopling) sebagai media penghubung dan pemutus antara engine dengan transmission. Clutch ini dioperasikan secara manual. Flywheel clutch berguna pada saat awal machine akan bergerak dan pada saat perpindahan gigi (gear shifting).

Transmission ini dipergunakan pada alat berat yang digunakan di medan kerja yang relatif rata, tidak terlalu sering mengubah kecepatan ataupun arah dan beban kerja yang relatif ringan. Contohnya pada traktor pertanian, motor grader dan sebagainya.
Berdasarkan cara kerjanya,(direct drive transmission) masih dibagi menjadi tiga macam yaitu: Sliding Gear/Sliding Mesh, Collar Shift / constant Mesh,  dan Synchromesh type.


Sliding Gear merupakan pengatur kecepatan dan arah kerja dengan cara memindahkan spur gear yang dilakukan oleh fork agar diperoleh kecepatan ataupun arah yang dikehendaki. 



Constant Mesh Type
Pada constant mesh type roda percepatan dengan pasangan (counter gear), agar terjadi perpindahan tenaga percepatan atau arah putaran maka yang dipindahkan adalah constan mesh. Constant mesh berfungsi sama seperti Sliding Gear di atas, sedangkan perbedaannya yang dipindahkan adalah sliding collar. 

Syncromesh Type
Synchromesh transmission pada dasarnya sama dengan Constant Mesh dengan tambahan synchronizer. Synchronizer digunakan pada semua manual transmisi dan mesin lain ketika perpindahan gigi.


2. Power Shift Transmission
Power shift transmission adalah transmission yang menggunakan clutch fluida dimana perpindahan giginya langsung tanpa harus memutuskan hubungan antara engine dengan transmission. Hal ini mempermudah pada saat pengoperasiannya. Transmission ini diaplikasikan pada machine yang sering berubah kecepatan dan arah maju mundurnya serta beban kerja yang relatif berubah-ubah dan berat. Adapun jenis dari powershift transmission adalah Planetary Gear Set, Counter Shaft. Power shift transmission disebut juga torqflow transmission atau

a. Planetary gear set
Planetary gear system terdiri dari empat elemen yaitu : sun gear, carier, dan ring gear, dan planetary gear. Apabila dua elemen diputar sedangkan yang satu ditahan, maka akan menghasilkan putaran bervariasi pada elemen outputnya, kecepatan bertambah, berkurang, maju, atau mundur. Contohnya apabila carrier ditahan, ring gear akan berputar berlawanan arah terhadap sun gear kalau sedang berputar. Speed ratio dari gear penggerak dengan gear yang digerakkan adalah tergantung dari jumlah gigi dari masing-masing gear. 

Input putaran dari transmission berasal dari torque converter sedangkan output transmission menuju ke bevel gear untuk alat berat yang menggunakan track atau rantai dan differential untuk alat berat yang menggunakan wheel atau ban.
Input shaft dihubungkan dengan planetary carrier sedangkan output shaft dihubungkan dengan sun gear. Ketika kedua ring gear ditahan, maka sun gear sebagai output akan mendapat tenaga dari input shaft. Karena perbedaan jumlah gigi dari ke dua sun gear maka apabila clutch untuk gigi ke dua dihubungkan, output putarannya akan lebih cepat dari pada gigi 1 ketika di dihubungkan (mengengakan).

Planetary gear set melakukan pengaturan kecepatan dan arah kerja dengan cara meng-engaged-kan disc dan plate sehingga salah satu dari komponen planetary gear set meneruskan tenaga ke ke output shaft dari transmission.
Planetary power shift transmission terdiri dari beberapa pasang planetary gear dimana komponen tersebut berfungsi untuk merubah arah putaran input, dan merubah kecepatan. Komponen yang berfungsi untuk menahan pada planetary gear set tersebut adalah clutch (piston, disc dan plate). Terdapat dua macam planetary gear system yaitu : single pinion type dan double pinion type.

b. Counter Shaft Power Shift Transmission
Counter Shaft Power Shift Transmission menggunakan constant mesh seperti pada direct drive tetapi pada jenis ini menggunakan clutch pack. Transmission jenis ini biasanya digunakan pada machine backhoe loader. Keuntungan transmisi jenis ini menggunakan sedikit spare part sehingga ringan.


3. Hydrostatic Transmission
Hydrostatic transmission adalah transmission yang mentransfer tenaga dengan menggunakan hydraulic system. Keuntungannya adalah Kontrol kecepatannya secara variable, Pemanfaatan horse power dari engine  sangat maksimal Kesesuaian maksimal antara drawbar pull dan travel speed Counter rotation control (perputaran track berlawanan arah saat berbelok), Cocok untuk alat berat dengan minimum travel. 
http://bestsupportunderground.com

Demkian tentang jenis dan fungsi transmission pada alat berat, semoga bermanfaat.







Minggu, 18 Desember 2016

Tipe Oli Hidrolik

       Salah satu fungsi oli hidrolik adalah memidahkan tenaga dari satu area ke area yang lainnya. Pemilihan oli hidrolik yang tepat harus tergantung kepada aplikasi dan kondisi operasi. Berikut tipe-tipe oli hidrolik yang digunakan pada sistem hidrolik :

Petroleum oil

          Semua petroleum oil akan menjadi encer ketika temperatur meningkat dan menjadi kental ketika temperatur turun. Jika kekentalan terlalu rendah, kebocoran yang besar dapat terjadi pada seal dan sambungan. Jika Viscosity terlalu tinggi, operasi unit akan terasa berat dan tambahan tenaga dibutuhkan untuk mendorong oli menuju sistem.

Viscosity dari petroleum oli ditentukan dengan nomor Society of Automotive Engineers (SAE) seperti: 5W, 10W, 20W, 30W, 40W, dsb. Semakin rendah nomornya, semakin baik oli tersebut mengalir pada temperatur rendah.

Semakin tinggi nomornya, semakin kental oli dan lebih cocok dipakai temperatur pada temperatur tinggi. Kekentalan dengan standard ISO menggunakan satuan mm2/S, disebut juga centiStokes (cSt).


Oli sintetis

          Sintetis oli dibuat dengan proses reaksi kimia beberapa bahan dengan komposisi tertentu untuk menghasilkan campuran yang direncanakan dan bahan dasar yang

dapat dipresiksi. Sintetis oli secara spesifik dicampur untuk kondisi operasi yang pada temperatur dingin dan panas yang extrim.


Fluida tahan api

          Terdapat tiga tipe dasar fluida anti terbakar (fire resistant fluida): water-glycol, water-oli emulsion dan sintetis. Digunakan pada situasi yang memiliki resiko kebakaran tinggi seperti pada underground mining, pengolahan baja dan sumur minyak.


Water-glycol 
mengandung 35% hingga 50% air, glycol (bahan kimia sintetis mirip dengan anti-freeze) dan water thickener. Additive ditambahkan untuk meningkatkan pelumasan, pencegah karat, korosi dan buih (foam). Fluida water-glycol lebih berat dari oli dan dapat menyebabkan kavitasi pompa. (pembentukan dan pecahnya gelembung uap pada oli hidrolik), menyebabkan erosi dan pitting pada permukaan metal saat kecepatan tinggi. Fluida ini akan bereaksi dengan berbagai logam dan tidak dapat digunakan bersama-sama dengan beberapa tipe cat.


Water-oli emulsion 
Water-oli emulsion merupakan fluida tahan api yang paling murah. Hampir sama yaitu sekitar (40%) air digunakan seperti pada fluida water-glycol untuk mencegah kebakaran. Water-oli dapat digunakan pada oli sistem yang umum. Additive dapat ditambahkan untuk mencegah karat dan terbentuknya buih.



Pemeliharaan Cairan Hidrolik

          Agar unit atau peralatan yang menggunakan sistem hidrolik bekerja sengan baik dan optimal, maka sangat perlu untuk merawat komponen-komponennya. Cairan hidrolik adalah salah satu bagian penting dari sistem hidrolik, adapun cara pemeliharaan cairan hidrolik yakni :

(1) Cara menyimpan dan memindahkan.

- Simpanlah drum cairan hidrolik di bawah atap

- Sebelum membuka drum bersihkan bagian atas agar kotoran tidak masuk

- Guanakan girigen (wadah) dan slang yang bersih. Serta menyaring oli                    terlebih dahulu sebelum memasukkan ke dalam reservoir.

- Pelihara dari kelembaman dan pencemaran oleh pengembunan


(2) Cara memelihara oli waktu bekerja

- Cegah pencemaran oli dengan menjaga dari gaian-bagian rangkaian tetap    terpasang kuat dan sistem saringan yang baik.

- Jadwalkan penggantian oli agar oli diganti sebelum rusak total

Demikian tentang tipe oli dan pemeliharaan oli hidrolik, semoga bermanfaat.